HOLOPIS.COM, JAKARTA – KSAD (Kepala Staf Angkatan Darat) Jenderal Maruli Simanjuntak tidak terima dengan narasi di media sosial tentang ulah TNI yang merobohkan bangunan SDN di Wolomoni, Ende, NTT.
Jenderal Maruli menegaskan tidak mungkin anggota TNI melakukan tindakan ekstrem tersebut untuk pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
“Ya itu banyak berita yang harus kita klarifikasi ya, kayaknya nggak mungkin se apa namanya, ekstrem itu ya, masa ada sekolah yang ditiadakan gitu. Jadi memang hal-hal seperti ini harus detail kita klarifikasi ya,” kata Maruli pada Rabu (10/6) seperti dikutip Holopis.com.
Maruli mengatakan tak normal jika ada pihak yang membubarkan sekolah padahal sudah terdaftar di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Pihaknya akan mengecek kabar tersebut.
“Tapi menurut saya nggak, nggak, normal kalau ada orang membubarkan sekolah sedangkan sekolahnya kan pasti sudah terdaftar di P&K. Nanti kita coba cek,” katanya.
Maruli mengatakan sering kali kabar menyebar hanya ramai di media sosial (medsos). Maruli membantah adanya penggusuran sekolah untuk Kopdes Merah Putih.
“Nggak ada, cuma sibuk di media aja kadang-kadang begini, begitu. Tapi realistisnya kan nggak mungkin ada sekolah yang sudah terdaftar di P&K terus ditiadakan. Wah ini bisa kena tuntutan hukum dia,” tegasnya.


