Sambut Libur Sekolah, Sejumlah Destinasi Wisata di Yogyakarta Siap Manjakan Wisatawan

0 Shares

HOLOPIS.COM, YOGYAKARTA – Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana melakukan kunjungan kerja ke Daerah Istimewa Yogyakarta guna meninjau langsung kesiapan fasilitas pelayanan publik dan destinasi wisata unggulan menjelang masa libur sekolah.

Kunjungan ini berfokus pada integrasi infrastruktur fisik dan pemanfaatan teknologi modern demi menjamin kelancaran arus wisatawan.Usai melakukan peninjauan lapangan pada Sabtu (30/5), Menpar menegaskan bahwa kesiapan di berbagai lini sangat krusial untuk mengantisipasi lonjakan pergerakan masyarakat.

Langkah antisipasi ini dilakukan guna memastikan aspek kenyamanan, keamanan, dan keselamatan tetap terjaga dengan baik selama periode liburan.

“Saya melihat langsung kondisi di dua titik ini. Faktor keamanan dan kenyamanan menjadi perhatian utama seluruh pemangku kepentingan pariwisata, mulai dari sektor transportasi, destinasi wisata, hotel, restoran, hingga layanan pendukung lainnya, agar masyarakat mendapatkan pengalaman berwisata yang optimal,” ujar Menpar Widiyanti.

Menteri Pariwisata mengawali rangkaian kunjungannya dengan menyambangi kawasan Candi Prambanan, salah satu kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia yang menjadi magnet utama pariwisata nasional. Destinasi ini diproyeksikan akan mengalami peningkatan kunjungan yang signifikan dari kalangan pelajar dan keluarga.

Setibanya di lokasi, Menpar langsung memeriksa alur pelayanan di loket tiket, baik untuk wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara. Pemeriksaan ini bertujuan memastikan sistem transaksi dan pelayanan tiket dapat berlangsung secara cepat, tertib, dan bebas dari antrean panjang.

- Advertisement -

Berdasarkan pantauan langsung selama kunjungan, situasi di area Candi Prambanan terpantau ramai namun tetap kondusif. Kondisi ini dinilai sebagai indikator positif yang menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk kembali mengeksplorasi destinasi sejarah nasional.

Di kawasan candi, Menpar juga menyempatkan diri memeriksa kesiapan operasional armada kereta ramah lingkungan (buggy) yang berfungsi mempermudah mobilitas pengunjung. Selain itu, ia mengunjungi Museum Candi Prambanan untuk memastikan kesiapan edukasi sejarah bagi para wisatawan usia sekolah.

Masih di area yang sama, Lapangan Brahma Candi Prambanan dipersiapkan sebagai lokasi penyelenggaraan ajang kuliner nasional bertajuk Wonderful Indonesia Gourmet (WIG) 2026. Kehadiran festival ini diharapkan mampu menambah daya tarik wisata budaya melalui kekayaan cita rasa kuliner nusantara.

Perjalanan dinas kemudian dilanjutkan ke Stasiun Tugu Yogyakarta yang terletak di pusat kota. Sebagai simpul transportasi utama di Daerah Istimewa Yogyakarta, stasiun ini memegang peranan vital dalam menghubungkan daerah tersebut dengan berbagai kota besar di Pulau Jawa.

Kondisi Stasiun Tugu terpantau mulai dipadati oleh calon penumpang dan pelancong yang memanfaatkan moda transportasi kereta api. Di lokasi ini, Menpar meninjau implementasi sistem pemindaian wajah (face recognition) di gerbang masuk stasiun yang terbukti mempercepat proses pemeriksaan penumpang.

Selain aspek digitalisasi, perhatian Menpar juga tertuju pada ketersediaan fasilitas publik ramah keluarga di area stasiun. Peninjauan mencakup ruang laktasi, area bermain anak, stasiun pengisian air minum gratis, layanan kesehatan, hingga efektivitas sistem penanganan barang hilang (lost and found).

Komitmen terhadap pemberdayaan ekonomi lokal juga ditunjukkan melalui apresiasi Menpar atas etalase produk UMKM yang difasilitasi oleh KAI Wisata. Kehadiran ruang pamer ini dinilai strategis dalam mendekatkan produk kreatif lokal dengan para pelancong yang berlalu-lalang di stasiun.

“Kami mengapresiasi kesiapan PT Taman Wisata Candi dan PT KAI Daop 6 yang terus berinovasi dalam menghadirkan layanan yang aman, nyaman, dan berkualitas bagi masyarakat,” tambah Menpar Widiyanti di sela-sela peninjauannya.

Guna mengantisipasi puncak kepadatan penumpang, PT KAI telah menyiapkan berbagai langkah taktis penunjang mobilitas. Strategi yang diusung meliputi penambahan kapasitas armada kereta api, optimalisasi susunan gerbong, hingga penempatan petugas pelayanan ekstra di titik-titik padat operasional.

Sebagai catatan, strategi operasional ini merujuk pada kesuksesan angkutan Lebaran lalu yang berhasil melayani jutaan penumpang dengan pertumbuhan volume mencapai delapan persen.

Catatan positif tersebut menjadi modal optimisme bagi pemerintah untuk menyukseskan program gerakan “Liburan Cara Baru” melalui asisten pintar cerdas bernama MaIA di laman Indonesia.travel.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Dede Suhadi
Ronalds Petrus Gerson
Dede Suhadi, Ronalds Petrus Gerson
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU