HOLOPIS.COM, JAKARTA – Menteri Perdagangan Budi Santoso optimistis Indonesia tetap berpotensi meningkatkan perdagangan nasional di tengah tantangan global. Melalui catatan positif pada ekspor nonmigas Januari–Maret 2026, ia menunjukkan peluang pertumbuhan selalu ada. Kementerian Perdagangan pun konsisten mendorong peningkatan perdagangan nasional melalui berbagai program prioritas yang dapat berkontribusi terhadap pengembangan ekonomi daerah.
Mendag Busan menyampaikan hal tersebut sebagai panelis pada “Konferensi Nasional Pengembangan Ekonomi Daerah: Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Daerah melalui Sinergi Kebijakan Lintas Sektor” di Balai Kartini, Jakarta, Senin (25/5). Turut hadir mendampingi Mendag Busan, yaitu Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi.
“Kalau kita lihat, pertumbuhan ekspor nonmigas kita pada Januari—Maret 2026 dibanding periode yang sama tahun lalu tumbuh 0,98 persen. Jadi, sebetulnya kita masih (bisa) tetap tumbuh positif. Kemendag turut bersinergi dalam pengembangan ekonomi daerah melalui tiga program prioritas,” ujar Mendag Busan, sebagaimana informasi yang diterima Holopis.com.
Kemendag memiliki tiga program prioritas untuk mengakselerasi perdagangan nasional. Ketiganya, yaitu Pengamanan Pasar Dalam Negeri, Perluasan Pasar Ekspor, dan Dari Lokal untuk Global. Mendag Busan berharap, ketiga program yang juga menyasar partisipasi pelaku usaha lokal dapat turut mendorong peningkatan ekonomi daerah.
Melalui Program Pengamanan Pasar Dalam Negeri, Kemendag mendorong agar produk lokal dapat menguasai pasar domestik. Ia mengharapkan produk lokal dapat terus meningkatkan daya saing sebagai cara menangkal kebutuhan impor. Selain itu, instrumen trade remedies seperti antidumping dan safeguard dapat dimanfaatkan untuk melindungi pasar dalam negeri. “Kami ingin pasar kita yang besar diisi produk lokal. Kuncinya, produk harus berdaya saing. Kalau kita sudah memiliki produk dalam negeri yang bagus, kita tidak perlu impor,” ujar Mendag Busan.
Kemudian, pada Program Perluasan Pasar Ekspor, Kemendag mendorong terbukanya akses produk Indonesia di pasar dunia melalui perjanjian perdagangan. Hingga saat ini, sebanyak 20 perjanjian dagang telah diimplementasikan, 15 perjanjian dalam proses ratifikasi, dan 11 perjanjian masih dalam proses perundingan. Mendag Busan juga menyampaikan upaya untuk mempertahankan pasar ekspor ke Amerika Serikat melalui Agreement Reciprocal Tariff (ART).
Program selanjutnya yang dijalankan adalah Dari Lokal Untuk Global. Program tersebut mendorong agar pelaku usaha lokal, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pelaku usaha di desa, dapat memperluas jejak produk Indonesia di kancah dunia dengan menjadi eksportir.
Program tersebut terbagi dalam empat klaster. Klaster pertama adalah UMKM Berani Inovasi, Siap Adaptasi (BISA) Ekspor. Kemendag memfasilitasi pelaku UMKM menembus pasar global lewat dukungan 46 perwakilan perdagangan RI di 33 negara.

