“Kami ingin agar ekspor tidak hanya dari perusahaan besar, tetapi juga perusahaan kecil. Kami tugaskan perwakilan perdagangan RI untuk membantu pelaku usaha kita. Silakan menghubungi para perwakilan perdagangan untuk mendapat pendampingan ke pasar ekpor yang dituju,” ujar Mendag Busan.
Sepanjang 2025, UMKM BISA Ekspor telah memfasilitasi penjajakan bisnis (business matching) yang diikuti 1.217 pelaku usaha. Tercatat, total transaksi sepanjang 2025 mencapai USD 134,87 juta. Sementara itu, khusus Januari—April 2026, telah tercatat total transaksi sebesar USD 107,34 juta dengan 70 persen pelaku usaha merupakan eksportir baru yang belum pernah ekspor.
Klaster kedua adalah Desa BISA Ekspor yang mendukung para pelaku usaha di daerah untuk naik kelas melalui penguatan ekosistem hulu ke hilir. Kemendag telah mengidentifikasi dan bersinergi mengembangkan desa berpotensi ekspor di berbagai wilayah. Hingga saat ini, Kemendag telah memetakan 2.616 desa dan membaginya menjadi kelompok besar desa siap ekspor atau butuh pendampingan untuk menjadi desa siap ekspor.
Klaster ketiga adalah Campuspreneur yang memungkinkan Kemendag bermitra dengan 19 pergururan tinggi di Indonesia. Sinergi ini bertujuan untuk memberikan kesempatan pengembangan usaha bagi pelaku usaha muda. Terdapat kegiatan pengembangan produk, strategi pemasaran, hingga perluasan jejaring usaha.
Klaster keempat adalah kemitraan UMKM. Kemendag bekerja sama dengan asosiasi, ritel modern, hingga pusat perbelanjaan agar produk lokal semakin bisa dijual dan semakin mudah dijangkau oleh konsumen dalam negeri.
Selain tiga program prioritas Kemendag, Trade Expo Indonesia (TEI). Kegiatan pameran dagang internasional terbesar di Indonesia itu mempromosikan produk-produk Indonesia secara langsung kepada para buyer internasional. Pada 2025, TEI mencatatkan total transaksi sebesar USD 22,8 miliar dan menjaring partisipasi 8.045 buyer dari 130 negara. Di TEI 2025, juga diluncurkan Program Rasa Rempah Indonesia (S’RASA) hasil kolaborasi enam kementerian dan lembaga untuk mempromosikan produk dan kuliner Indonesia di pasar global dalam satu payung koordinasi besar.
Acara dilanjutkan dengan sesi paparan dan tanya jawab bersama Menteri UMKM Maman Abdurrahman; Wakil Menteri Pertanian Sudaryono; dan Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan Dicky Kartikoyono.

