Geger! Menhan Israel Rayakan Ultah dengan Kue “Gantung Palestina”, Dunia Murka

0 Shares

JAKARTA, HOLOPIS.COM – Menhan Israel ulang tahun dengan kue simbol kontroversial, memicu kecaman keras dan kemarahan dunia internasional.

Kontroversi besar kembali mengguncang Israel setelah Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir menuai kecaman internasional usai merayakan ulang tahunnya dengan kue yang dinilai sarat simbol kekerasan dan provokatif.

Dalam video yang beredar luas di media sosial, terlihat perayaan ulang tahun ke-50 Ben-Gvir dengan sebuah kue yang menampilkan dekorasi menyerupai tali gantungan.

Aksi ini langsung memicu kemarahan publik global karena dikaitkan dengan kebijakan hukuman mati terhadap warga Palestina yang baru disahkan parlemen Israel.

Kue Ulang Tahun Holopis
Menhan Israel ulang tahun dengan kue simbol kontroversial (Foto: X)

Tulisan di kue yang berbunyi, “Selamat Menteri Ben-Gvir. Terkadang mimpi menjadi kenyataan,” turut memperkuat kontroversi dan dianggap banyak pihak sebagai bentuk glorifikasi kekerasan.

Gelombang kritik tidak hanya datang dari lembaga internasional, tetapi juga deras di media sosial.

Sejumlah pengguna platform X (Twitter) meluapkan kemarahan mereka dengan komentar keras.

Salah satu netizen menulis, “Ini bukan lagi politik, ini sudah seperti merayakan kematian manusia. Sangat memalukan.”

Netizen lain menambahkan, “Kalau ini dianggap normal, dunia benar-benar sedang sakit. Ini jelas provokasi berbahaya.”

Ada juga yang menyebut, “Kue ulang tahun yang menyeramkan. Ini bukan simbol kemenangan, tapi simbol kekerasan.”

Kontroversi ini terjadi tak lama setelah parlemen Israel (Knesset) mengesahkan undang-undang hukuman mati bagi warga Palestina di Tepi Barat yang dituduh melakukan serangan mematikan. Kebijakan tersebut didukung penuh oleh Ben-Gvir dan partai sayap kanannya Otzma Yehudit.

Sejumlah organisasi HAM internasional mengecam keras kebijakan ini, menyebutnya berpotensi diskriminatif karena hanya menyasar kelompok tertentu di wilayah pendudukan. .

Badan pengawas di bawah PBB juga memperingatkan bahwa regulasi tersebut berisiko melanggar standar hukum internasional.

“Kerangka seperti ini merupakan penyimpangan serius dari norma internasional,” demikian pernyataan salah satu lembaga pengawas PBB.

Media Israel Haaretz menilai polemik kue ulang tahun ini bisa menjadi pengalihan perhatian dari substansi kebijakan hukuman mati yang lebih luas dan kontroversial.

Sementara itu, secara historis, Israel sangat jarang menerapkan hukuman mati.

Eksekusi terakhir tercatat pada 1962 terhadap Adolf Eichmann, menjadikan kebijakan baru ini sebagai langkah yang belum pernah terjadi dalam lebih dari enam dekade.

Hingga kini, tekanan internasional terus meningkat, sementara pemerintah Israel belum memberikan klarifikasi tambahan terkait kontroversi yang semakin meluas di ruang publik global.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Gesha Yuliani Nattasya
Muhammad Ibnu Idris
Tim Penulis & Editor
Gesha Yuliani Nattasya, Muhammad Ibnu Idris

BACA LAINNYA

Holopis UMKM

YANG BARU