HOLOPIS.COM, JAKARTA — Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menegaskan bahwa peta jalan kebijakan pemerintah di sektor pangan, energi, dan sumber daya manusia merupakan satu kesatuan strategi yang terintegrasi secara fundamental.
Dalam forum The Investor Daily Quarter Review, Senin (28/4), ia menyatakan bahwa publik seringkali keliru dalam menilai program pemerintah karena hanya melihatnya sebagai kebijakan parsial yang berdiri sendiri.
Dony memberikan penekanan khusus pada agenda swasembada pangan yang menurutnya harus dipandang sebagai keharusan bagi negara sebesar Indonesia. Ia berpendapat bahwa ketergantungan pada impor beras tidak lagi relevan dengan kapasitas lahan dan produksi nasional yang ada.
Untuk itu, ia menjelaskan bahwa pemerintah kini tengah mengonsolidasikan langkah mulai dari pencetakan sawah berskala besar hingga penguatan infrastruktur irigasi demi menciptakan ekosistem produksi yang kokoh.
Selain itu, penguatan sistem pergudangan Bulog serta peningkatan kemampuan serap hasil tani juga menjadi prioritas untuk memastikan stabilitas pasokan pangan nasional tetap terjaga.
“Kalau orang berpikir bahwa swasembada pangan itu tidak betul, itu karena tidak memahami keseluruhan program yang dibuat. Program ini tidak berdiri sendiri,” ujar Dony dalam pernyataannya.
Lebih lanjut, Dony mengungkapkan bahwa reformasi tata niaga menjadi kunci utama untuk melepaskan para petani dari jeratan utang tengkulak yang selama ini merugikan.
Ia menyebut pembentukan Koperasi Merah Putih sebagai instrumen strategis untuk memutus rantai distribusi yang terlalu panjang dan memperkuat posisi tawar petani di pasar.
Di sisi lain, ia juga menyoroti efisiensi pada PT Pupuk Indonesia yang telah beralih ke model bisnis mark to market, sebuah langkah yang berhasil memangkas harga pupuk hingga 20 persen.
Pada aspek kemandirian energi, Dony menegaskan komitmen pemerintah untuk menekan defisit devisa dengan secara bertahap mengurangi ketergantungan pada impor LPG dan BBM.
Ia memaparkan rencana hilirisasi batu bara menjadi DME serta percepatan pipanisasi gas rumah tangga yang saat ini tengah diuji coba di Batam sebagai solusi energi domestik.
Strategi ini dikombinasikan dengan peningkatan bauran energi nabati melalui biodiesel B40 ke B50 guna memastikan pemanfaatan sumber daya nasional yang lebih mandiri dan berkelanjutan.

