HOLOPIS.COM, SEMARANG – Forum Musyawarah Rencana Pembangunan Jawa Tengah (Musrenbang Jateng) tahun 2027 banjir aspirasi. Tercatat ada sebanyak 37.054 usulan program dengan total nilai mencapai Rp37,8 triliun.
Sekretaris Daerah (Sekda) Jateng, Sumarno mengungkapkan mayoritas usulan berasal dari kebutuhan dasar masyarakat di tingkat desa hingga kabupaten/kota, dengan sektor infrastruktur sebagai dominasi utama.
“Usulan terbanyak berasal dari bantuan keuangan pemerintah desa untuk infrastruktur, mencapai lebih dari 23 ribu usulan,” ujarnya dalam forum yang digelar di Gedung Gradika Bhakti Praja, dikutip Holopis.com Jateng, Selasa (28/4/2026).
Dari sisi nilai anggaran, sektor infrastruktur desa juga menjadi yang terbesar dengan usulan mencapai Rp13,1 triliun. Disusul kebutuhan sarana dan prasarana kabupaten/kota sebesar Rp12,5 triliun. Selain itu, pembiayaan untuk hibah serta sektor pendidikan juga turut mendominasi daftar aspirasi.
Namun, besarnya angka tersebut berbanding lurus dengan tantangan yang dihadapi pemerintah daerah. Dengan keterbatasan anggaran, Pemprov Jateng harus menyaring dan menentukan prioritas program secara selektif.
“Rancangan ini belum final. Masukan dari berbagai pihak tetap kami butuhkan agar program yang disusun benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” kata Sumarno.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menegaskan bahwa Musrenbang tidak boleh sekadar menjadi agenda rutin tahunan, melainkan harus menghasilkan dampak nyata.
“Semoga Musrenbang Provinsi Jawa Tengah ini benar-benar berdampak kepada masyarakat. Forum ini sangat strategis untuk menyelaraskan aspirasi, baik yang disampaikan melalui DPRD maupun langsung dari masyarakat, termasuk para kepala desa yang mengikuti secara daring,” ujarnya.
Taj Yasin juga menyoroti arah pembangunan ke depan yang akan difokuskan pada penguatan sektor pariwisata dan ekonomi syariah. Ia menekankan bahwa konsep pariwisata kini tidak lagi terbatas pada destinasi, melainkan menjadi bagian dari ekosistem industri yang lebih luas.
“Pariwisata itu adalah industri. Ke depan, kawasan industri juga bisa menjadi bagian dari pengembangan pariwisata untuk menunjang pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah,” kata Taj Yasin.
Forum Musrenbang ini melibatkan berbagai elemen strategis, mulai dari kepala daerah di 35 kabupaten/kota hingga kelompok masyarakat seperti forum anak dan penyandang disabilitas. Langkah ini dilakukan untuk memastikan perencanaan pembangunan 2027 berjalan inklusif dan tepat sasaran.
“Ini bisa terwujud jika kita berkolaborasi, khususnya dengan 35 kabupaten/kota. Karena itu, kami berharap seluruh usulan yang masuk bisa diselaraskan dengan program prioritas provinsi, terutama di sektor pariwisata dan ekonomi syariah,” tegasnya.

