10 Kecamatan Jaktim Disisir, Ratusan Kilo Ikan Sapu-Sapu Tercemar Merkuri Diamankan

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Operasi besar-besaran digelar Pemerintah Kota Jakarta Timur sebagai respons atas ancaman invasif ikan sapu-sapu di aliran sungai. Dalam satu hari, hampir ratusan kilo ikan sapu-sapu berhasil diangkat dari berbagai titik sungai.

Operasi pembersihan ikan sapu-sapu itu karena hewan itu dinilai berbahaya bagi kondisi ekosistem dan kesehatan lingkungan.

Aksi serentak ini dipimpin langsung oleh Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin yang berlangsung di 10 kecamatan. Salah satu titik utama operasi berada di kawasan Dermaga Eco Eduwisata Ciliwung, Kelurahan Cililitan, Kecamatan Kramat Jati.

Dari seluruh wilayah, Kecamatan Kramat Jati mencatat hasil tangkapan terbesar hingga 250 kilogram. Disusul Kecamatan Makasar (125 kg), Duren Sawit (92 kg), Cipayung (69 kg), Cakung (63,5 kg), Matraman (60 kg), Ciracas (52 kg), Pasar Rebo (51 kg), Jatinegara (53 kg), dan Pulogadung (10 kg). Angka tersebut diperkirakan masih akan bertambah seiring proses rekapitulasi.

Munjirin mengatakan kegiatan pembersihan ikan sapu-sapu sudah dimulai sejak Kamis sore sampai dengan Jumat hari ini.

“Dan, sudah tertangkap ikan sapu-sapu di lokasi ini saja itu lebih dari 200 kilogram. Kita masih menunggu laporan dari sembilan lokasi lainnya di Jakarta Timur yang nantinya akan kita rekap, akan kita laporkan kepada Pak Gubernur,” kata Munjirin dikutip dari laman resmi Pemkot Jaktim, Jumat, (17/4/2026).

- Advertisement -

Sebanyak 150 petugas gabungan diterjunkan dalam operasi ini. Mereka berasal dari berbagai unsur, mulai dari PPSU, Satpol PP, hingga jajaran dinas teknis seperti Sumber Daya Air, Bina Marga, Lingkungan Hidup, dan UPK Badan Air.

Operasi ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang minta seluruh wilayah melakukan penertiban ikan sapu-sapu secara serentak.

Tak berhenti pada operasi sesaat, Pemkot Jaktim memastikan langkah ini akan dilakukan secara rutin. Kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk masyarakat, menjadi kunci untuk menekan populasi ikan invasif tersebut.

“Ke depannya di seluruh wilayah Jakarta Timur kegiatan penangkapan ikan sapu-sapu akan dirutinkan, dan akan kita monitor lebih lanjut di seluruh wilayah Jakarta Timur,” lanjut Munjirin.

Di balik operasi ini, terdapat kekhawatiran serius terkait dampak kesehatan. Pemerintah menegaskan bahwa seluruh ikan hasil tangkapan tidak boleh dikonsumsi dan harus dimusnahkan.

Munjirin bilang semua ikan sapu-sapu yang ditangkap semuanya bakal dikubur. Ia bilang ikan sapu-sapu di wilayah Jakarta ini sudah dites di laboratorium mengandung kandungan timbal atau merkuri berbahaya di atas ambang batas.

“Jadi, saya harapkan masyarakat untuk tidak memanfaatkan ikan ini untuk dikonsumsi karena nantinya akan berbahaya buat kesehatan kita,” tutur Munjirin.

Penjelasan serupa disampaikan Kepala Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (DKPP) Jakarta Timur, Taufik Yulianto. Ia menegaskan bahwa hasil uji laboratorium menunjukkan ikan sapu-sapu tidak layak konsumsi.

“Sehubungan hal tersebut, Pemerintah DKI Jakarta mengimbau kepada warga masyarakat tidak mengkonsumsi ikan sapu-sapu karena sudah tercemar logam berat yang bisa mengancam kesehatan tubuh manusia,” ujarnya.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Dani Yoga
Dani Yoga
Tim Redaksi :

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU