HOLOPIS.COM, JAKARTA – Munculnya varian baru COVID-19 bernama “Cicada” mulai menjadi perhatian global. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau masyarakat tetap waspada, meski hingga kini varian tersebut belum terdeteksi di Indonesia.
Varian ini diketahui merupakan bagian dari subvarian Omicron, yakni BA.3.2. Data dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyebutkan bahwa COVID Cicada pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan pada 22 November 2024.
Selain itu, World Health Organization (WHO) telah menetapkan varian ini sebagai varian dalam pemantauan sejak 5 Desember 2025.
Sudah Menyebar ke Puluhan Negara
Hingga awal 2026, varian Cicada dilaporkan telah terdeteksi di setidaknya 23 negara, termasuk Inggris, Australia, Amerika Serikat, Singapura, dan Korea Selatan.
Meski penyebarannya cukup luas, Kemenkes memastikan bahwa Indonesia masih dalam kondisi aman, namun tetap melakukan pemantauan ketat melalui sistem surveilans.
“Sampai saat ini (akhir Maret 2026), belum ditemukan varian COVID Cicada di Indonesia. Kemenkes tetap melakukan surveilans rutin.”
Pernyataan ini disampaikan oleh Aji Muhawarman selaku Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes.
Gejala dan Cara Penularan
Secara umum, gejala COVID Cicada mirip dengan varian sebelumnya. Beberapa gejala yang perlu diwaspadai antara lain demam, sakit kepala, hidung berair atau bersin, sakit tenggorokan, serta kelelahan atau nyeri otot.
Penularannya terjadi melalui droplet atau percikan cairan saat penderita batuk atau bersin. Selain itu, kontak erat dengan penderita serta udara di ruang tertutup dengan ventilasi buruk juga menjadi faktor penyebaran.
Langkah Antisipasi untuk Masyarakat
Kemenkes mengingatkan masyarakat untuk tetap disiplin menjalankan pola hidup sehat guna mencegah penyebaran virus.
Beberapa langkah sederhana yang dianjurkan antara lain rutin mencuci tangan, menggunakan masker saat sakit atau berada di keramaian, serta menjaga daya tahan tubuh dengan konsumsi makanan bergizi dan istirahat cukup.
Jika mengalami gejala, masyarakat juga diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.
Dengan kewaspadaan bersama, diharapkan potensi masuknya varian baru ini ke Indonesia dapat dicegah sejak dini.

