Infeksi Jamur Putih, Kuning, dan Hitam yang Serang Pasien COVID-19 di India

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Beberapa waktu lalu India sempat diguncang oleh lonjakan kasus infeksi jamur pada pasien COVID-19, dimana tiga jenis infeksi jamur yakni jamur hitam, putih, dan kuning muncul pada sejumlah pasien selama dan setelah perawatan COVID-19.

Kondisi tersebut menarik perhatian dunia karena infeksi jamur itu dapat menjadi komplikasi serius dari COVID-19, terutama pada mereka yang memiliki sistem imun lemah.

- Advertisement -

Dikutip Holopis dari Alodokter Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, infeksi jamur ini disebut sebagai infeksi sekunder yang terjadi setelah tubuh diserang virus SARS-CoV-2.

Salah satu kasus yang dilaporkan bahkan menunjukkan seorang pasien menderita ketiga jenis infeksi jamur secara bersamaan selama masa pemulihan.

- Advertisement -

Berikut ini penjelasan lebih lanjut mengenai infeksi jamur hitam, putih, dan kuning yang menyerang beberapa pasien COVID-19 di India.

1. Jamur Hitam (Mukormikosis)

Infeksi jamur hitam atau mukormikosis adalah infeksi serius yang disebabkan oleh kelompok jamur Mucormycetes. Jamur ini biasanya memanfaatkan sistem imun yang lemah untuk berkembang biak.

Infeksi ini dapat menyerang beberapa bagian tubuh seperti otak, kulit, sinus, dan paru-paru, bahkan bisa menyebar ke seluruh tubuh melalui aliran darah jika tidak ditangani cepat. Gejalanya bervariasi tergantung lokasi infeksi, namun sering kali mencakup demam, sakit kepala, hidung tersumbat, wajah bengkak, batuk, nyeri dada, dan sesak napas.

Penanganan mukormikosis biasanya melibatkan obat antijamur kuat seperti amphotericin B, posaconazole, dan isavuconazole yang diberikan berdasarkan beratnya infeksi dan kondisi pasien.

2. Infeksi Jamur Putih (Kandidiasis)

Infeksi jamur putih disebabkan oleh jamur Candida, termasuk Candida albicans dan Candida auris. Jamur ini sebenarnya sering ditemukan di kulit dan bagian tubuh lain tanpa menimbulkan masalah jika sistem imun bekerja dengan baik. Namun ketika imun melemah, jamur ini bisa tumbuh berlebihan dan menyebabkan infeksi yang disebut kandidiasis.

Infeksi jamur putih bisa menyebar di rumah sakit melalui permukaan atau alat yang terkontaminasi, serta melalui penggunaan kateter atau selang medis lainnya.

Gejalanya meliputi adanya lapisan putih atau kuning pada lidah, gusi, atau bagian mulut lainnya, kemerahan atau nyeri di mulut dan tenggorokan, nyeri saat menelan, dan demam.

Pengobatan biasanya dilakukan dengan obat antijamur seperti nystatin, clotrimazole, fluconazole, atau echinocandins, dengan dosis disesuaikan menurut tingkat keparahan infeksi.

3. Jamur Kuning (Aspergilosis)

Infeksi jamur kuning dikenal sebagai aspergilosis, disebabkan oleh jamur Aspergillus. Meski jamur ini sering ditemukan di lingkungan, ia cenderung menyebabkan masalah serius pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Gejala aspergilosis bisa meliputi mengi, sesak napas, batuk (yang kadang berdarah), hidung tersumbat, nyeri dada, sakit kepala, demam, penurunan kemampuan mencium, dan penurunan berat badan.

Penanganannya dilakukan dengan obat antijamur seperti itraconazole, voriconazole, dan amphotericin, tergantung kondisi pasien dan seberapa jauh infeksinya menyebar.

Kenapa Infeksi Jamur Ini Muncul pada Pasien COVID-19?

Infeksi jamur ini biasanya tidak akan menyebabkan masalah serius pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang sehat. Namun, pada pasien COVID-19, seringkali mengalami penurunan daya tahan tubuh akibat virus itu sendiri ataupun efek obat yang menekan sistem imun, seperti kortikosteroid. Kondisi ini membuka peluang bagi jamur oportunistik untuk tumbuh dan menyebabkan infeksi.

Infeksi jamur ini bisa berbahaya dan bahkan mengancam nyawa jika tidak segera ditangani dengan tepat, sehingga penting bagi pasien atau penyintas COVID-19 yang mengalami gejala mencurigakan untuk segera berkonsultasi dengan tenaga medis.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

Berita Terbaru