HOLOPIS.COM, JAKARTA – Mabes TNI menegaskan insiden meninggalnya pasukan mereka dalam misi perdamaian di Lebanon tak serta merta membuat mereka melakukan penarikan pasukan.
Kapuspen TNI Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah bahkan menyebut bahwa institusinya berkomitmen untuk tetap melanjutkan misi perdamaian tersebut.
“TNI menegaskan komitmennya untuk melaksanakan tugas sebagai bagian dari misi perdamaian dunia di bawah mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) secara profesional dan penuh tanggung jawab,” kata Aulia pada Senin (30/3).
Aulia memastikan bahwa TNI akan lebih berhati-hati dalam menjalankan tugas tersebut demi menghindari adanya korban lebih banyak lagi.
“Dengan tetap mengutamakan keselamatan prajurit,” imbuhnya.
Selain itu, Aulia mengatakan penugasan misi perdamaian merupakan bagian dari tugas TNI dalam menjalankan amanat negara menciptakan perdamaian dunia, sesuai dengan pembukaan UUD 1945.
Kendati demikian, Aulia memastikan TNI tidak akan lepas tangan terhadap keselamatan prajuritnya di Lebanon.
TNI meminta prajurit untuk meningkatkan kewaspadaan operasi dalam bertugas, sesuai dengan standar yang telah ditetapkan PBB.
Sambil menjalankan tugas, TNI juga akan terus memantau situasi di Lebanon untuk menentukan langkah-langkah selanjutnya.
“TNI juga terus memonitor perkembangan situasi di lapangan serta menyiapkan langkah-langkah kontingensi sesuai dinamika di daerah penugasan Lebanon,” tegasnya.
Sebelumnya diketahui seorang prajurit TNI yang tergabung dalam misi pasukan Perdamaian Bangsa-Bangsa (PBB) atau UNIFIL di Lebanon dilaporkan gugur karena serangan artileri. Tiga prajurit TNI lainnya dilaporkan mengalami luka.
Insiden ini terjadi pada 29 Maret 2026 di dekat Adchit Al Qusayr, wilayah selatan Lebanon. Area itu jadi titik panas konflik antara Israel dan kelompok bersenjata, Hizbullah.




