HOLOPIS.COM, JAKARTA – Perayaan malam takbiran di Jakarta diprediksi akan menyedot ribuan warga ke pusat kota. Mengantisipasi lonjakan tersebut, Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta menyiapkan puluhan kantong parkir di sekitar lokasi kegiatan Pawai Bedug Kolosal Jakarta.
Sebanyak 21 titik parkir disebar di kawasan strategis sekitar Monas hingga Sudirman–Thamrin, yang menjadi pusat acara pada 20 Maret 2026 mulai pukul 20.00 WIB.
Wakil Kepala Dishub DKI Jakarta, Ujang Harmawan, menjelaskan kapasitas parkir yang disiapkan tergolong besar untuk menampung kendaraan masyarakat.
“8.186 Satuan Ruang Parkir (SRP) sepeda motor, 12.295 SRP mobil dan 98 SRP bus,” kata Ujang dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, (19/3/2026).
Puluhan kantong parkir tersebut tersebar di berbagai titik strategis, mulai dari kawasan Monas hingga pusat bisnis Jakarta. Beberapa di antaranya berada di area Pelataran Parkir IRTI Monas, kawasan perkantoran pemerintah, hingga gedung-gedung komersial ternama.
Lokasi lainnya mencakup pusat perbelanjaan dan perkantoran elite seperti Plaza Indonesia, Grand Indonesia, hingga gedung perkantoran seperti Wisma Nusantara dan Wisma 46.
Dengan penyebaran diberbagai titik diharapkan kendaraan tidak menumpuk di satu titik. Selain itu, bisa mengurai kepadatan di sekitar lokasi acara.
Kegiatan Pawai Bedug Kolosal akan diramaikan dengan pawai obor malam takbiran yang melintasi rute ikonik ibu kota, mulai dari Silang Monas hingga Bundaran HI melalui Jalan MH Thamrin.
Rute ini dipastikan menjadi pusat keramaian sekaligus titik rawan kepadatan, baik kendaraan maupun pejalan kaki.
Meski telah menyiapkan ribuan slot parkir, Dishub tetap mengimbau warga untuk meminimalisir penggunaan kendaraan pribadi. Warga yang ingin datang diimbau menggunakan transportasi umum.
“Diimbau kepada masyarakat yang akan menghadiri kegiatan ‘Jakarta Bedug Kolosal malam Idul Fitri 1447 H’ di Jalan MH Thamrin-Jalan Jenderal Sudirman agar menggunakan moda transportasi umum guna meminimalisir kepadatan lalu lintas di sekitar area kegiatan,” kata Ujang.
Langkah ini dinilai penting untuk mencegah kemacetan parah di pusat kota yang diperkirakan akan dipadati pengunjung.


