HOLOPIS.COM, JAKARTA – Harga sejumlah komoditas pangan di pasar tradisional kembali mengalami kenaikan signifikan. Salah satu yang paling mencolok adalah cabai rawit merah yang kini menembus Rp112.500 per kilogram (kg).
Berdasarkan data pemantauan harga pangan nasional yang dirilis oleh Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) milik Bank Indonesia, Selasa (17/3/2026), lonjakan harga cabai rawit merah menjadi yang tertinggi dibandingkan komoditas pangan lainnya.
Selain cabai rawit merah, beberapa jenis cabai juga masih berada di level tinggi. Harga cabai merah besar tercatat Rp82.500 per kg, sementara cabai merah keriting mencapai Rp69.600 per kg. Adapun cabai rawit hijau berada di harga Rp55.650 per kg.
Kenaikan harga juga terjadi pada komoditas bawang. Bawang merah ukuran sedang tercatat Rp66.450 per kg, sedangkan bawang putih ukuran sedang mencapai Rp60.200 per kg.
Untuk komoditas beras, harga beras kualitas bawah I berada di angka Rp17.250 per kg dan kualitas bawah II Rp16.900 per kg. Sementara itu, beras kualitas medium I tercatat Rp18.550 per kg dan medium II Rp18.250 per kg.
Adapun beras kualitas premium juga mengalami kenaikan harga. Beras super I tercatat Rp19.950 per kg, sedangkan beras super II berada di kisaran Rp19.450 per kg.
Sementara itu, harga daging ayam ras segar tercatat Rp47.150 per kg. Untuk daging sapi, harga daging sapi kualitas I mencapai Rp173.550 per kg, sedangkan kualitas II berada di harga Rp165.200 per kg.
Komoditas lainnya seperti gula pasir premium tercatat Rp24.400 per kg, sementara gula pasir lokal berada di harga Rp19.900 per kg.
Harga minyak goreng juga mengalami variasi. Minyak goreng curah tercatat Rp19.500 per liter. Sedangkan minyak goreng kemasan bermerek I mencapai Rp27.000 per liter dan kemasan bermerek II berada di harga Rp24.550 per liter.
Di sisi lain, harga telur ayam ras segar juga mengalami kenaikan dan kini berada di angka Rp37.350 per kg.
Data harga yang dirilis PIHPS ini menjadi salah satu acuan penting untuk memantau pergerakan harga pangan di berbagai daerah di Indonesia. Fluktuasi harga umumnya dipengaruhi oleh faktor pasokan, distribusi, serta meningkatnya permintaan di pasar tradisional.



