Prabowo Targetkan PLTS 100 GW Rampung 2 Tahun

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat transisi menuju energi bersih melalui pengembangan Energi Baru dan Terbarukan (EBT).

Salah satu langkah besar yang tengah dipercepat adalah pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya 100 GW Indonesia, yang ditargetkan selesai dalam waktu dua tahun.

Arahan tersebut disampaikan Presiden dalam sidang kabinet paripurna di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (13/3/2026).

Prabowo mengatakan pemerintah telah memerintahkan satuan tugas energi baru terbarukan, dan konservasi energi (Satgas EBTKE) untuk mempercepat pembangunan proyek tersebut.

“Kita akan melaksanakan pembangunan yang sangat cepat terhadap tenaga surya. Rencananya kita akan membangun 100 gigawatt, yang kita targetkan harus selesai dalam dua tahun yang akan datang ini,” ujar Prabowo, dikutip Holopis.com, Sabtu (14/3/2026).

Menurut Presiden, proyek PLTS berkapasitas 100 gigawatt merupakan langkah strategis untuk mempercepat transformasi energi nasional sekaligus memperkuat target swasembada energi Indonesia. Langkah tersebut juga dipandang penting sebagai respons terhadap dinamika krisis energi global.

- Advertisement -

Butuh Lahan 100 Ribu Hektare

Dalam paparannya, Prabowo menjelaskan bahwa pembangunan PLTS skala besar tersebut membutuhkan lahan sekitar 100 ribu hektare. Pemerintah pun telah mengidentifikasi sejumlah potensi lahan yang dapat dimanfaatkan untuk proyek energi bersih ini.

“Saya dapat laporan dari menteri ATR, Pak Nusron, di Jawa Barat saja kita punya 67.000 hektare lahan. Tentunya kita harus lihat nanti kegunaannya. Di Jawa saja BUMN kita perhutani punya 800.000 hektare yang bisa kita gunakan,” jelas Prabowo.

Wilayah Jawa Barat disebut memiliki potensi lahan besar untuk pengembangan energi surya, sementara aset lahan milik Perhutani di Pulau Jawa juga dinilai dapat mendukung percepatan proyek tersebut.

Dorong Bioenergi hingga Gas Baru

Selain tenaga surya, pemerintah juga mendorong pengembangan berbagai sumber energi alternatif lain. Prabowo menyebut komoditas seperti kelapa sawit akan dimanfaatkan untuk menghasilkan bahan bakar solar dan etanol.

Komoditas lain seperti tebu, singkong, dan jagung juga akan dioptimalkan sebagai bahan baku Bioetanol yang dapat menjadi alternatif pengganti bensin.

Di sisi lain, pemerintah juga terus mengembangkan potensi energi panas bumi serta tenaga air yang dinilai memiliki kapasitas besar untuk memperkuat ketahanan energi nasional.

Presiden juga mengungkapkan adanya temuan cadangan gas besar di wilayah laut Andaman, Aceh, yang akan dikembangkan oleh Mubadala Energy.

“Kalau tidak salah sebentar lagi kita bisa buka jaringan gas dari utara Aceh terus ke selatan, ke Sumatera, kemudian ke Jawa,” tutur Prabowo.

Selain itu, pemerintah juga akan membuka pengembangan lapangan gas abadi di Blok Masela, Laut Arafura, Maluku.

Proyek energi besar tersebut diproyeksikan mampu memproduksi 9,5 juta ton LNG per tahun, 150 MMSCFD gas pipa, serta 35.000 barel kondensat minyak per hari dengan target produksi pada 2029.

Pemerintah juga terus mengeksplorasi potensi cadangan gas baru di berbagai wilayah lain, termasuk Papua. Berbagai potensi energi ini dinilai menjadi modal strategis bagi Indonesia dalam menghadapi tekanan krisis energi global di masa depan.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Khoirudin Ainun Najib
Khoirudin Ainun Najib
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU