HOLOPIS.COM, ACEH TAMIANG — Pembangunan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang terus dipercepat menjelang Hari Raya Idulfitri 2026. Pemerintah bersama berbagai pihak bergerak cepat agar masyarakat terdampak bencana dapat segera menempati tempat tinggal yang lebih layak.
Proses pembangunan tersebut melibatkan berbagai unsur, termasuk TNI dan Polri yang turut membantu pengerjaan di lapangan. Upaya percepatan ini menjadi bagian dari langkah pemulihan kondisi masyarakat setelah bencana banjir yang melanda wilayah tersebut.
Berdasarkan pantauan di lapangan pada Senin (9/3/2026), personel Polsek Kejuruan Muda melakukan peninjauan sekaligus pengamanan di lokasi pembangunan hunian sementara dan hunian tetap bagi warga terdampak banjir di Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang.
Di lokasi lain, tepatnya di Desa Rantau Pauh, Kecamatan Rantau Pauh, sejumlah anggota TNI juga terlihat membantu proses pembangunan hunian. Mereka bergotong royong mengangkut pasir menggunakan gerobak dorong untuk dipindahkan ke lantai bangunan huntara.
Material tersebut nantinya digunakan untuk proses pencampuran semen dan batu guna memperkuat struktur bangunan agar lebih kokoh dan aman bagi para penghuni.
Di kawasan pembangunan, tampak deretan bangunan semi permanen yang disiapkan sebagai hunian sementara bagi warga yang terdampak banjir bandang di Aceh Tamiang.
Program pembangunan hunian ini diharapkan dapat memberikan tempat tinggal yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat yang kehilangan rumah akibat bencana, sekaligus membantu mereka memulai kembali kehidupan secara normal.
Hingga Minggu (8/3/2026), pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama lintas kementerian dan lembaga terkait telah berhasil membangun 1.771 unit hunian sementara (huntara) yang tersebar di 25 lokasi strategis di wilayah terdampak.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.339 kepala keluarga (KK) kini sudah menempati hunian yang lebih layak. Setiap unit hunian juga dilengkapi berbagai perabot penunjang yang disalurkan oleh BNPB, Kementerian Sosial, serta sejumlah lembaga kemanusiaan.
Selain itu, pemerintah juga menyediakan fasilitas dasar seperti akses air bersih dan listrik secara gratis guna membantu meringankan beban warga yang masih dalam proses pemulihan pascabencana.
Dengan percepatan pembangunan hunian ini, diharapkan masyarakat terdampak banjir di Aceh Tamiang dapat menyambut Hari Raya Idulfitri dengan kondisi yang lebih aman, nyaman, dan penuh harapan baru.

