HOLOPIS.COM, JAKARTA – Napoli mengalami kekalahan menyakitkan 1-2 saat tandang ke markas Atalanta di Stadion Gewiss Stadium, Minggu malam. I Partenopei kini terpaut jauh dari pemuncak klasemen Italia, Inter Milan.
Dua gol kemenangan Atalanta dicetak Mario Pasalic di menit 61′ dan Lazar Samardzic 81′. Lalu, Napoli unggul dulu di babak pertama melalui Sam Beukema di menit 18.
Dengan kekalahan itu, Napoli kini makin jauh tertinggal dari Inter. Selisih skuad asuhan Antonio Conte dengan Inter terpaut 14 poin.
Napoli tampaknya sulit mengejar Inter jika penampilan di Serie A tak konsisten. Gli Azzuri sebaiknya fokus mempertahankan posisi demi mengamankan zona lolos Liga Champions Eropa.
Kekalahan Menyakitkan
Mengutip ulasan Football Italia, Napoli seperti mengalami kekalahan menyakitkan dari Atalanta, Minggu malam. Hasil itu bukan sekadar kehilangan tiga poin, tapi jadi simbol perubahan drastis peta persaingan di Serie A dalam tiga bulan terakhir.
Jika ditarik ke 22 November, situasinya jauh berbeda. Saat itu, Atalanta datang ke Stadion Diego Armando Maradona dengan pelatih baru, Raffaele Palladino, dan pulang dengan kekalahan 1-3.
Napoli ketika itu masih tampak superior dan berada di jalur serius untuk bersaing dalam perebutan gelar scudetto.
Namun sejak hari tersebut, arah kedua tim berubah drastis. Atalanta seperti Melonjak, Napoli Melambat
Dalam 14 laga Serie A setelah kekalahan itu, Atalanta menjelma menjadi salah satu tim dengan performa terbaik di liga. Orobici hanya berada di bawah Inter Milan yang dinilai tampil di level berbeda.
Fakta kebangkitan Atalanta bisa terlihat dengan mengoleksi 32 poin dari 14 pertandingan. Atalanta meraih 10 kemenangan dan hanya kalah dari Hellas Verona dan Inter.
Atalanta memperlihatkan grafik yang bangkit dari awal musim yang buruk. Saat itu, Gianluca Scamacca hanya meraup 13 poin dari 12 laga di bawah Ivan Juric.
Atalanta juga sempat tertinggal sembilan poin dari zona Liga Champions.
Transformasi ini menjadikan kemenangan atas Napoli sebagai penegasan bahwa kebangkitan mereka bukan kebetulan, melainkan tren konsisten.
Sebaliknya, Napoli seperti kehilangan momentum dan stabilitas. Dalam periode yang sama, tim asuhan Antonio Conte hanya mengumpulkan 25 poin atau tujuh angka lebih sedikit dibanding Atalanta.
Tiga kekalahan dalam rentang tersebut menggerus momentum yang sebelumnya membuat Napoli tampak sebagai penantang gelar serius. Romeru Lukaku Cs harus berjuang keras menjaga konsistensi agar tidak semakin tertinggal dalam perebutan posisi Liga Champions.

