Sabtu, 21 Feb 2026
BREAKING
Sabtu, 21 Feb 2026
MEMUAT...
-- --- ----
00:00:00
...
-- ...
Imsak 00:00
Subuh 00:00
Dzuhur 00:00
Ashar 00:00
Maghrib 00:00
Isya 00:00

Rocky Gerung Pastikan Teror ke Ketua BEM UGM Bukan dari Prabowo

9 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pengamat politik sekaligus mantan dosen Universitas Indonesia (UI), Rocky Gerung, meyakini bahwa serangkaian teror yang menimpa Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gadjah Mada (UGM), Tiyo Ardianto, bukan berasal dari lingkar pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Rocky justru menuding kelompok yang disebutnya sebagai the fifth column atau koloni kelima sebagai pihak yang memanfaatkan situasi demi kepentingan sendiri.

- Advertisement -

“Jadi kalau dia (Tiyo) diancam, saya enggak percaya yang mengancam itu adalah presiden. Enggak mungkin Presiden Prabowo mengancam,” ujar Rocky, dikutip dari kanal YouTube Rocky Gerung Official, Sabtu (21/2/2026).

Rocky menilai kelompok tersebut sengaja menyebarkan teror untuk memperkeruh suasana dan memancing krisis politik. “Mereka mau mengambil keuntungan dengan menyebar teror pada si ketua BEM ini,” tegasnya. Ia pun menyarankan agar Tiyo tidak perlu gentar menghadapi situasi ini, karena pengambilan risiko merupakan bagian dari perjuangan menegakkan demokrasi.

- Advertisement -

Rocky juga membela substansi kritik yang dilontarkan Tiyo, dengan menilai pernyataan Ketua BEM UGM itu bersifat akademis dan didasarkan pada data, bukan kebencian personal terhadap Presiden Prabowo. “Sekali lagi itu adalah pendapat akademis dengan menguji data, dengan memperhatikan opini publik. Teman ini proporsional untuk mengucapkan itu di dalam kapasitas dia sebagai manusia akademis,” ujarnya.

Ia juga meminta pemerintah tidak perlu bereaksi berlebihan terhadap kritik tersebut. Menurutnya, ketegangan justru dipicu oleh pihak lain yang ingin memprovokasi agar Tiyo ditangkap atau dianiaya.

“Jadi pemerintah enggak usah terlalu tegang menghadapi ini. Dan saya kira yang membuat dia tegang itu justru karena ada pihak lain yang ingin ngomporin supaya si ketua BEM ini ditangkap, ngomporin supaya ketua BEM ini dianiaya sehingga terjadi krisis politik,” tegasnya.

Sementara itu, Tiyo sendiri sudah menegaskan bahwa kritiknya bukan lahir dari kebencian terhadap pemerintahan Prabowo. “Sebenarnya tidak ada yang membenci Bapak. Kita hanya membenci imajinasi terhadap Indonesia yang harus hancur karena apa yang Bapak lakukan,” ujar Tiyo dalam kanal YouTube Forum Keadilan TV. Ia juga meminta Presiden Prabowo untuk bersikap rendah hati dalam menerima masukan.

Sebelumnya, Anies Baswedan turut merespons kasus ini dengan mendorong Tiyo segera melaporkan teror yang dialaminya kepada pihak berwajib. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menegaskan bahwa negara wajib mengusut tuntas pelaku teror demi menjamin rasa aman bagi seluruh masyarakat yang menyampaikan pendapat.

Pihak Istana melalui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyatakan bahwa meski kritik adalah hak konstitusional, penyampaiannya harus tetap mengedepankan etika dan pemilihan diksi yang tepat. Terkait identitas pelaku teror, Prasetyo mengaku belum mengetahuinya secara pasti dan berjanji akan melakukan pengecekan lebih lanjut.

Sebagai informasi, Tiyo Ardianto menerima serangkaian teror setelah BEM UGM menyuarakan kasus anak yang meninggal bunuh diri di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bentuk teror yang dialami Tiyo meliputi penguntitan oleh dua orang berbadan tegap, penyebaran isu tidak benar termasuk isu LGBT, hingga ancaman pembunuhan. Teror tersebut juga meluas ke keluarga Tiyo dan puluhan anggota BEM UGM lainnya.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
9 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru