Sabtu, 21 Feb 2026
BREAKING
Sabtu, 21 Feb 2026
MEMUAT...
-- --- ----
00:00:00
...
-- ...
Imsak 00:00
Subuh 00:00
Dzuhur 00:00
Ashar 00:00
Maghrib 00:00
Isya 00:00

Tumpeng: Bukan Sekadar Nasi Kuning, Tapi Menjadi Aset Ekonomi Nasional

12 Shares

HOLOPIS.COM,JAKARTA – Tumpeng kini didorong untuk naik kelas. Bukan lagi sekadar hidangan tradisional, melainkan ujung tombak Intellectual Property (IP) Gastronomi Nasional yang siap dikomersialisasikan ke kancah internasional.

Menteri Teuku Riefky menegaskan bahwa tumpeng memiliki kekuatan unik yang sulit ditiru negara lain. Pertama, tumpeng memiliki diferensiasi tinggi di mana setiap daerah di Indonesia punya karakteristik tumpengnya sendiri, sehingga menciptakan variasi narasi yang tak terbatas.

- Advertisement -

Kedua, tumpeng memiliki kekuatan storytelling. Di balik bentuk kerucutnya, tersimpan filosofi mendalam tentang hubungan manusia dengan Tuhan, alam, dan sesama. Ketiga, tumpeng dapat menjadi instrumen soft diplomacy melalui rasa dan cerita, menjadikannya duta budaya Indonesia di meja makan para pemimpin dunia.

“Di Kementerian Ekonomi Kreatif, kami mendorong agar kekayaan budaya dapat menjadi IP yang bisa dikomersialisasikan dan memberi manfaat luas bagi masyarakat,” ujar Menteri Teuku Riefky.

- Advertisement -

Ketua Umum IGC, Ria Musiawan, mengungkapkan bahwa salah satu prioritas mereka adalah penyusunan Buku Tumpeng Indonesia. Buku ini dirancang bukan sekadar sebagai kumpulan resep, melainkan sebagai fondasi kuat bagi pengembangan National Gastronomy IP.

IGC juga mengusulkan beberapa langkah konkret yang lebih relevan dengan perkembangan zaman. Salah satunya adalah pengembangan Gastronomy Creative Hub sebagai pusat inovasi bagi para pelaku industri kuliner Nusantara.

Selain itu, diusulkan pula model Experience Economy melalui pameran yang memungkinkan pengunjung tidak hanya sekadar makan, tetapi juga merasakan pengalaman budaya yang mendalam.

Langkah ini didukung dengan narasi modern yang mengemas tumpeng dan kuliner lokal lainnya dengan label vegan-friendly, gluten-free, dan healthy food untuk menarik minat pasar global yang kini sangat peduli pada aspek kesehatan.

Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain, Yuke Sri Rahayu, menambahkan bahwa tradisi pertumpengan akan dijadikan pilot project. Tujuannya jelas yaitu menunjukkan bahwa kekayaan budaya jika dikurasi dengan narasi yang tepat bisa meningkatkan nilai ekonomi dan omzet para UMKM kuliner kita.

Dengan sinergi ini, diharapkan di masa depan, saat orang melihat tumpeng, mereka tidak hanya melihat makanan lezat, tetapi juga melihat identitas bangsa yang kuat, modern, dan bernilai ekonomi tinggi. Tumpeng benar-benar bersiap menjadi “mesin baru” yang menggerakkan ekonomi kreatif Indonesia dari dapur hingga ke pasar global.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
12 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru