HOLOPIS.COM, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto kembali menuding adanya keterlibatan pihak asing yang ingin menciptaka kerusuhan di Indonesia.
Hal itu disampaikan Presiden Prabowo Subianto saat rapat koordinasi daerah dan pusat di Sentul, Jawa Barat pada Senin (2/2).
Hal itu bermula saat Prabowo Subianto menuding masifnya aksi demonstrasi di Indonesia. Namun, sangat disayangkan ketika demonstrasi itu hanya dijadikan topeng dari tujuan asli para penggeraknya.
“Sedikit-sedikit mau demo, demo boleh, tapi dia tidak berharap demo, dia berharap kerusuhan,” kata Presiden Prabowo dalam pernyataannya yang dikutip Holopis.com.
Prabowo kemudian menekankan kepada kerusuhan yang justru membuat repot banyak masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, Prabowo menegaskan bahwa pemerintah tidak segan untuk mempidanakannya.
“Kerusuhan itu mencelakakan bangsa dan negara, Saudara-saudara. Kerusuhan mencelakakan bangsa dan negara. Bakar-bakar, bom molotov, saya katakan itu membahayakan, itu pidana. Saya tidak ragu-ragu,” ujarnya.
Selain itu, Kepala Negara kemudian mengingatkan adanya konsekuensi lain dari sisi ekonomi jika aksi demonstrasi itu tetap dilakukan.
“Kalau demo silakan, tapi bagaimana mau demo. Kalau 5.000 kali demo, tidak akan ada satu pabrik dibuka,” tukasnya.
Dengan berbagai kondisi tersebut, Prabowo kemudian merasa yakin adanya peran pihak asing yang berusaha memanfaatkan keadaan kerusuhan di Indonesia.
“Jadi, kelompok-kelompok ini sadar atau tidak sadar, saya yakin mereka dikendalikan oleh kekuatan asing, yakin saya. Yakin saya dan saya punya bukti,” tegasnya.
“Dan, saya mengimbau mereka, “hai! Hai, warga negara Indonesia! Apakah kau tidak kasihan sama rakyatmu?” sambungnya.
Prabowo kemudian menantang pihak yang tidak suka dengan dirinya untuk berhadapan dengan dirinya di Pilpres 2029 mendatang.
“Jadi begini ya, kalau Saudara tidak suka dengan dua-tiga orang, jangan merusak seluruh bangsa. Kalau tidak suka sama Prabowo, silakan 2029 bertarung, ya kan,” tantangnya.

