HOLOPIS.COM, JAKARTA – Artis dan penyanyi cantik Maudy Ayunda baru saja menyelesaikan film terbarunya persembahan rumah produksi Rekata Studio Berjudul ‘Para Perasuk’. Dalam film ini Maudy memerankan tokoh bernama Laksmi yang kerasukan dari puluhan arwah hewan.
Karakter Laksmi sendiri digambarkan sebagai seorang ‘Pelamun’, sebutan bagi orang yang suka dirasuki oleh roh hewan. Saat dirasuki inilah, Maudy diwajibkan untuk mampu melakukan koreografi khusus yang menggambarkan gerakan seolah sedang dirasuki oleh roh hewan tersebut.
“Memerankan Laksmi itu sangat menantang karena harus jadi orang kerasukan. Kita mempelajari beberapa gerakan roh binatang,” kata ujar Maudy saat menghadiri konferensi pers film barunya di Galeri Indonesia Kaya pada, Kamis (12/12).
Maudy menyebut untuk film ini Ia harus mempelajari setidaknya lebih dari 10 (sepuluh) gerakan hewan yang menjadi tantangan sendiri baginya. Meski diajari oleh koreografer tari, Siko Setyanto, Maudy masih merasa kesulitan karena ada beberapa gerakan yang ia improve sendiri.
“Sebetulnya ada koreo yang perlu aku hafalin, tapi ada juga yang aku eksplor sendiri gitu mengikuti roh hewannya dan alunan musik. Tapi yang membuat challenging di sini adalah walaupun ada koreografi, tapi sebenarnya ada juga ruang untuk spontanitas dan ruang untuk eksplorasi sendiri,” katanya.
Maudy menceritakan selama proses syuting, ia mengeluhkan soal dengkulnya yang sakit karena kerasukan roh hewan membuat adegan kerasukannya banyak jongkok dan merangkak. “Kalau ‘gerakan hewan’ itu banyakan di bawah, dalam arti jongkok atau merangkak, jadi yang lumayan terbebani dengkul saya, jadi akhir-akhir itu kerasa,” curhatnya.
Tidak hanya itu selama proses syuting, Maudy juga harus melakukan beberapa adegan di tempat basah tanpa memakai alas kaki. Setiap adegan yang dilakukan dalam film ini menurut Maudy adalah sesuatu yang diluar zona nyaman dari istri Jesse Choi tersebut.
“Saya ada beberapa scene yang memang basah-basahan cukup lama ataupun berteman dengan lumpur, dan karena memang karakternya itu nyeker juga, jadi mau di manapun itu ya tetap harus nyeker gitu kan. Jadi ya mungkin lecet-lecet dikit okelah,” imbuhnya.
Film ‘Para Perasuk’ sendiri mengangkat kisah tentang sebuah desa di mana masyarakatnya menganggap kerasukan roh adalah sebuah kepuasan dan kesenangan tersendiri karena bisa menemukan hal yang tidak terlihat.
Dalam film ini, Wregas Bhanuteja selaku sutradara memasukan total sebanyak 20 (dua puluh) roh binatang yang bisa merasuki tubuh si pelamun. Beberapa binatang yang dimaksud di antaranya kupu-kupu, bulus, emprit, lintah, kerbau, hingga kodok.


