HOLOPIS.COM, JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan keyakinannya bahwa pertumbuhan kredit perbankan akan kembali menguat dan berpotensi mendekati dua digit pada Januari 2026.
Optimisme ini sejalan dengan langkah pemerintah yang kembali mengucurkan dana likuiditas sebesar Rp76 triliun untuk mempercepat penyaluran kredit ke sektor riil.
Purbaya menjelaskan bahwa perlambatan kredit yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir bukan merupakan tanda melemahnya kondisi fundamental perbankan, melainkan dinamika normal yang dipengaruhi pertumbuhan uang beredar.
“Kita lihat kan, tadinya (kredit) naik, agak turun sedikit karena uangnya pertumbuhannya melambat juga, dari 13 (persen) turun ke tujuh (persen),” ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN di Jakarta, dikutip Holopis.com, Jumat (21/11/2025).
“Makanya saya injek lagi Rp76 triliun tadi untuk mendorong lagi,” sambungnya.
Sebelumnya, pemerintah telah menempatkan dana Rp200 triliun pada bank-bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).
Kemudian, pada 10 November 2025, pemerintah kembali menempatkan dana Rp76 triliun di Himbara dan Bank Jakarta. Alokasinya terdiri dari Rp25 triliun masing-masing untuk BRI, Mandiri, dan BNI, serta Rp1 triliun untuk Bank Jakarta.
Penempatan dana tersebut memperkuat likuiditas perbankan domestik. Hal ini terlihat dari pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang stabil di level 11,5 persen pada Oktober 2025.
Namun demikian, pertumbuhan kredit justru melambat menjadi 7,36 persen secara tahunan (yoy), dibandingkan 7,7 persen (yoy) pada bulan sebelumnya.
Menanggapi hal ini, Purbaya menegaskan bahwa transmisi penambahan likuiditas ke kinerja kredit memerlukan waktu, termasuk melalui proses efek pengganda uang (money multiplier effect) di perbankan.
“Tapi yang jelas kita lihat nanti trennya seperti apa ke depan. Kalau saya pikir sih akan lebih kuat lagi ke depan, karena kalau kita lihat ekonomi sudah mulai kelihatan (membaik) di mana-mana kan,” tandas Purbaya.




💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan masukan!