HOLOPIS.COM, JAKARTA – Bencana banjir secara nyaris serentak melanda tiga Kabupaten yang ada di Provinsi Sumatera Utara semenjak beberapa waktu yang lalu.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan, seperti kondisi hujan dengan intensitas tinggi di beberapa wilayah di Kota Medan menggenangi sejumlah rumah warga.
“Kenaikan debit air secara tiba-tiba memaksa sekitar 845 warga mengungsi ke tempat ibadah dan sekolah terdekat,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Senin (13/10).
Bencana tersebut melanda delapan kecamatan dan delapan belas kelurahan, yakni Kecamatan Medan Maimun (Kelurahan Aur, Sei Mati, Suka Raja, Hamdan, dan Kampung Baru), Kecamatan Medan Johor (Kelurahan Kwala Bekala, Pangkalan Masyhur, dan Gedung Johor), Kecamatan Medan Petisah (Kelurahan Petisah Tengah), Kecamatan Medan Polonia (Kelurahan Sari Rejo, Anggrung, dan Polonia), Kecamatan Medan Labuhan (Kelurahan Sei Mati, Martubung, dan Pekan Labuhan) Kecamatan Medan Selayang (Kelurahan Beringin), Kecamatan Medan Baru (Kelurahan Titi Rantai), Kecamatan Medan Amplas (Kelurahan Bangun Mulia).
“Sebanyak 3.799 kepala keluarga atau 10.841 jiwa terdampak dan 3.361 rumah terendam banjir,” imbuhnya.
Abdul menjelaskan bahwa hingga Minggu (12/10), air masih menggenangi rumah warga.
“Masyarakat di sekitar lokasi banjir diimbau agar tetap siaga apabila terjadi kenaikan debit air secara tiba-tiba,” imbaunya.
Banjir kemudian diketahui terjadi juga di Kota Tebing Tinggi setelah dampak hujan deras dan tanggul Sungai Bahilang di Kecamatan Syahbandar, Kabupaten Serdang Bedagai jebol, pada Minggu (12/10).
Peristiwa tersebut merendam dua kecamatan dan empat kelurahan di wilayah Kota Tebing Tinggi, yakni Kecamatan Padang Hulu (Kelurahan Persiakan) dan Kecamatan Tebing Tinggi Kota (Kecamatan Pasar Gambir, Mandailing, dan Pasar Baru).
“647 kepala keluarga atau 2.531 jiwa warga terdampak serta 640 rumah terdampak banjir dengan tinggi muka air berkisar antara 30 – 70 cm,” ujarnya.
Abdul juga mengatakan bahwa pada Minggu (12/10), kondisi air di Sungai Bahilang masih tinggi sedang di Sungai Padang normal.
Bencana banjir lainnya diketahui juga melanda Kabupaten Batubara tepatnya di Kecamatan Medang Deras. Curah hujan yang cukup tinggi memicu banjir di Desa Sei Buah Keras dan Desa Nenassiam dengan ketinggian air 30 – 60 cm.
Berdasarkan data sementara, sebanyak 65 kepala keluarga terdampak. Satu fasilitas pendidikan dan satu Tempat Pemakaman Umum (TPU) juga dilaporkan terendam banjir.
“Banjir juga merendam 200 meter ruas jalan, 31 hektar lahan persawahan, dan 65 hektar perkebunan sawit,” jelasnya.
“Saat ini, banjir dilaporkan mulai surut,” tambahnya.

