HOLOPIS.COM NTT – Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Nusa Tenggara Timur (NTT) telah menerima 1 unit mobil pemadam kebakaran jenis water suplay berkapasitas 4.000 liter pada Senin 6 Oktober 2025 yang berlangsung di halaman Kantor Bupati Manggarai Timur.
Acara serah terima ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Manggarai Timur, Tarsisius Sjukur bersama Sekretaris Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan jajaran petugas pemadam kebakaran Kabupaten Manggarai Timur.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Zakarias Kedang yang hadir dalam acara serah terima bersama Direktur PT. Munja Utama Indonesia, Robertus Bellarminus Berot, menyampaikan bahwa Pemda pada tahun ini mendatangkan 1 (satu) unit mobil pemadam kebakaran jenis water supplay yang dilengkapi dengan pompa yang berfungsi sebagai pemadam kebakaran serta menggunakan sistem pompa PTO (Power Take Off) pump and roll single cabin.
“Ini adalah mobil pemadam kebakaran pertama yang dimiliki oleh Pemda Manggarai Timur yang berfungsi untuk pemadaman kebakaran, mengangkut petugas, menangani situasi darurat kebakaran serta melakukan penyelamatan terhadap korban. Kendaraan ini juga membawa pasokan air, selang dan peralatan khusus lainnya untuk mempermudah tugas di Lokasi kejadian,” ungkap Zakarias.
Selanjutnya Wakil Bupati Manggarai Timur, dalam keterangannya menyampaikan bahwa unit pemadam kebakaran merupakan salah satu sarana yang diperlukan oleh petugas pemadam kebakaran untuk memudahkan tugas dilapangan sehingga bisa ditangani secara cepat, tepat dan meminimalisir efek pada korban juga kerugian materi yang akan dialami.

Selain itu Wabub Tarsi juga menyampaikan penegasan kepada petugas Damkar, agar selalu siap dan responsive terhadap berbagai informasi dan pengaduan masyarakat, yang dapat ditangani oleh petugas, terkhusus manjemen kesiapan unit pemadam yang dapat beroperasi selama 24 jam.
“Saya tegaskan agar unit pemadam kebakaran ini harus beroperasi selama 24 jam,” tegas Wakil Bupati Manggarai Timur.
Oleh karena itu, ia pun meminta kepada seluruh manajemen Pemadam Kebakaran untuk melakukan tata kelola sebaik mungkin, termasuk kontrol terhadap kondisi air dalam kendaraan yang harus selalu penuh dan siap digunakan. Selain itu aset penting ini harus dijaga, dirawat, karena ini adalah sarana yang berhubungan langsung dengan kepentingan masyarakat.
“Saya sudah dengar bahwa akan ada pelatihan kepada petugas damkar dari tim munja utama, oleh karena itu semuanya wajib mengikuti pelatihan dimaksud. Mari kita bertanggung jawab kepada daerah ini, sesuai dengan tugas pokok kita masing-masing,” ungkap Wabub Tarsi.


