JAKARTA – Direktur eksekutif Studi Demokrasi Rakyat (SDR) Hari Purwanto menilai foto keberadaan dua menteri Prabowo yang main Mahyong dengan Muhammad Aziz Wellang adalah bentuk ledekan anak buah kepada bosnya.
“Ada kesan anak buah menantang pimpinannya,” kata Hari kepada Holopis.com, Minggu (7/9/2025).
Di mana sosok Muhammad Aziz Wellang dikenal sebagai tersangka kasus pembakalan liar oleh PT ABL di luar area Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan-Hutan Tanaman Industri (PBPH-HTI) yang ada di Kalimantan Tengah menggunakan kontraktor PT GPB. Di mana PT ABL melakukan penebangan di luar izin yang diberikan kepada perusahaan tersebut.
Dari penelusuran kasus, didapati informasi bahwa hasil pembalakan ilegal tersebut, jumlah kayu yang dibabat sebanyak 1.819 meter kubik sepanjang September 2023 – Januari 2024. Akibatnya, Aziz Wellang sempat ditetapkan sebagai tersangka pada bulan November 2024 yang lalu.
Sebagai informasi tambahan, bahwa PT ABL miliki Aziz Wellang memiliki izin konsesi seluas 11.580 hektare di kawasan Kalimantan Tengah.
Pun demikian, kasus tersebut kabarnya sudah SP3 (pemberitahuan penghentian penyidikan) pada 14 Februari 2025 berdasarkan suray dari Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan Wilayah Kalimantan, Seksi Wilayah 1 Palangka Raya, nomor S. 01/BPPPHLHK-IV.SWI/PPNS/02/2025.
Dalam foto yang beredar dari Tempo.co, didapati ada 4 (empat) orang yang sedang bermain mahyong, mereka antara lain ; Muhammad Aziz Wellang, Andi Bohar, Abdul Kadir Karding, dan Raja Juli Antoni. Mereka kabarnya bermain mahyong / domino di dalam Posko KKSS (Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan). Di mana Abdul Kadir Karding merupakan Sekjen KKSS, Aziz Wellang Wakil Bendahara Umum KKSS, Andi Bohar Wakil Ketua KKSS.
Atas kegaduhan itu, Hari Purwanto mendesak kepada Prabowo Subianto untuk segera memanggil kedua menteri ; Raja Juli Antoni sebagai Menteri Kehutanan, dan Abdul Kadir Karding Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) yang tampil dalam foto viral tersebut.
“Sebaiknya Prabowo segera memanggil anak buahnya, untuk menjelaskan apa maksud serta tujuannya,” pungkas Hari.


