Minggu, 22 Feb 2026
BREAKING
Minggu, 22 Feb 2026
MEMUAT...
-- --- ----
00:00:00
...
-- ...
Imsak 00:00
Subuh 00:00
Dzuhur 00:00
Ashar 00:00
Maghrib 00:00
Isya 00:00

Kemerdekaan Batin di Usia 80 Tahun Indonesia Jadi Refleksi untuk Masa Depan Bangsa

0 Shares

JAKARTA – Memperingati 80 tahun kemerdekaan Indonesia, Syam Basrijal, Founder Restorasi Jiwa Indonesia, mengajak masyarakat untuk menyelami makna kemerdekaan yang lebih dalam, yakni kemerdekaan batin.

Syam mengingatkan bahwa usia 80 tahun bukan sekadar angka, melainkan jarak panjang yang ditempuh sebuah bangsa melewati berbagai tantangan sejarah, politik, dan perubahan zaman. Ia menegaskan bahwa usia kemerdekaan ini seharusnya melahirkan kebijaksanaan dan kejelasan arah masa depan, bukan hanya kebanggaan akan masa lalu.

- Advertisement -

“Usia ini adalah fase kematangan yang seharusnya melahirkan kebijaksanaan—bukan sekadar kebanggaan masa lalu, melainkan kejelasan arah masa depan,” kata Syam Basrijal dalam keterangan persnya yang diterima Holopis.com, Rabu (13/8/2025).

Lantas, Syam pun mengajak seluruh bangsa Indonesia untuk mempertanyakan kembali, apakah kemerdekaan yang selalu dirayakan selama ini sudah benar-benar menjadi kemerdekaan sejati.

- Advertisement -

“Kita memang tak lagi di bawah kolonialisme fisik, tetapi benarkah kita telah merdeka dari penjajahan bentuk lain—penjajahan pikiran, keserakahan, korupsi nilai, dan ketakutan kolektif yang membuat kita saling curiga?,” ujarnya.

Meskipun Indonesia sudah terbebas dari kolonialisme fisik, masih banyak warga yang terbelenggu oleh bentuk penjajahan lain, seperti penjajahan pikiran, keserakahan, korupsi nilai, dan ketakutan kolektif yang menimbulkan saling curiga.

Ia menggambarkan situasi ini sebagai kemerdekaan yang tersisa di luar, namun terpenjara di dalam, di mana banyak jiwa belum bebas karena takut bersuara akibat ancaman sosial dan politik.

“Adanya kelompok yang memandang perbedaan sebagai ancaman, serta pejabat yang menjual integritas demi keuntungan sesaat. Inilah bentuk penjajahan batin yang mengendalikan hati dengan ego, nafsu, dan prasangka,” tandasnya.

Syam menegaskan bahwa jika kemerdekaan 1945 adalah pembebasan tubuh bangsa, maka kemerdekaan saat ini haruslah pembebasan jiwa bangsa. Pembebasan tersebut hanya mungkin terjadi dari keberanian kolektif untuk mengakui luka sejarah, melihat ketidakadilan masa kini, dan memilih jalan penyembuhan daripada dendam.

“Kemerdekaan sejati berdiri di atas integritas yang tak bisa ditawar. Ia menolak segala bentuk manipulasi, korupsi, dan penyelewengan, meski di baliknya ada janji kekuasaan atau keuntungan,” tutur Syam Basrijal.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru