JAKARTA – MotoGP 2025 telah menuntaskan 24 race termasuk sprint dan balapan utama dan kini memasuki masa rehat pertengahan musim. Namun bukan hanya soal perebutan gelar yang menarik disimak, data jumlah kecelakaan juga menyuguhkan cerita tersendiri.
Menurut laporan resmi MotoGP, hingga paruh musim ini tercatat sebanyak 185 insiden kecelakaan melibatkan para rider dari berbagai tim. Yang mengejutkan, tim Ducati menjadi penyumbang kecelakaan terbanyak dengan 51 insiden, unggul atas Honda dan Aprilia yang berada di posisi berikutnya.
Meski begitu, bukan pembalap Ducati yang menjadi “raja crash” musim ini. Dua rider Honda, Joan Mir dan Johann Zarco, justru menjadi nama yang paling sering mencium aspal. Keduanya sama-sama tercatat jatuh sebanyak 15 kali.
Daftar Rider Paling Sering Terjatuh di MotoGP 2025 (Paruh Musim):
1. Joan Mir (Honda): 15 kali crash
2. Johann Zarco (Honda): 15 kali
3. Alex Marquez (Ducati): 13 kali
4. Brad Binder (KTM): 13 kali
5. Franco Morbidelli (Ducati): 12 kali
6. Marco Bezzecchi (Aprilia): 12 kali
7. Jack Miller (Yamaha): 12 kali
8. Ai Ogura (Aprilia): 11 kali
9. Pedro Acosta (KTM): 9 kali
10. Fermín Aldeguer (Ducati): 9 kali
Rider top lainnya seperti Marc Marquez dan Pecco Bagnaia tampil lebih stabil. Marc jatuh 8 kali, sedangkan Bagnaia hanya 6 kali. Hal ini cukup mengejutkan mengingat keduanya tampil agresif di papan atas klasemen.
Luca Marini, Sang Rider Paling Konsisten Tanpa Crash
Jika ada satu nama yang layak mendapat pujian karena konsistensinya, dia adalah Luca Marini. Rider Honda sekaligus mantan anak didik akademi Valentino Rossi ini mencetak rekor sebagai satu-satunya pebalap yang belum sekalipun crash musim ini.
Dalam kompetisi sekeras MotoGP, menjaga performa dan menghindari insiden adalah kunci penting. Prestasi Marini ini bahkan mengungguli nama-nama besar seperti Fabio Quartararo (7 kali crash), Jorge Martin (1 kali), hingga Enea Bastianini (6 kali).
Ducati Tertinggi, Yamaha Teraman
Meskipun Ducati menunjukkan performa dominan di klasemen tim dan rider, namun mereka juga jadi tim dengan jumlah crash terbanyak: 51 kali. Ini menimbulkan pertanyaan apakah agresivitas motor mereka turut menyumbang risiko jatuh yang lebih tinggi.
Sebaliknya, tim Yamaha menjadi kejutan karena menjadi tim paling minim crash dengan hanya 29 insiden sepanjang 24 race. Ini mencerminkan pendekatan yang lebih konservatif atau setting motor yang lebih “jinak” di lintasan.
MotoGP tak melulu tentang siapa tercepat. Data kecelakaan ini menunjukkan bahwa konsistensi dan kemampuan menjaga motor tetap berdiri di atas aspal juga menjadi penentu performa.
Joan Mir dan Johann Zarco mungkin harus mengevaluasi gaya balap mereka, sementara rider seperti Luca Marini patut menjadi contoh bagaimana membalap cerdas bisa menjadi aset penting dalam balapan jangka panjang.


