JAKARTA – Setiap tanggal 18 Juli, dunia memperingati Hari Internasional Nelson Mandela untuk menghormati warisan dan perjuangan salah satu tokoh paling dihormati dalam sejarah kemanusiaan.
Peringatan ini bukan sekadar mengenang seorang mantan presiden Afrika Selatan, tetapi menjadi momen refleksi dan ajakan bagi setiap individu untuk ikut berkontribusi dalam menciptakan dunia yang lebih adil.
1. Melestarikan Warisan Keadilan dan Perdamaian
Nelson Mandela mengabdikan hidupnya untuk memperjuangkan keadilan sosial, kesetaraan ras, dan perdamaian. Perjuangannya selama 67 tahun melawan apartheid telah memberi inspirasi pada jutaan orang di seluruh dunia. Dengan merayakan hari ini, masyarakat global diajak untuk meneruskan semangat Mandela melalui aksi nyata, seperti menjadi relawan atau mendukung kegiatan sosial di komunitas masing-masing.
Mandela pernah mengatakan, “For to be free is not merely to cast off one’s chains, but to live in a way that respects and enhances the freedom of others,” yang berarti “Menjadi bebas bukan hanya soal melepaskan belenggu diri sendiri, tetapi juga hidup dengan cara yang menghormati dan memperkuat kebebasan orang lain,”.
Kutipan tersebut pun mengingatkan dunia bahwa kebebasan sejati tidak hanya tentang kebebasan pribadi, tetapi juga tentang bagaimana kita menghargai hak dan kebebasan orang lain.
2. Menginspirasi Aksi Nyata dan Kepedulian
Salah satu pesan utama dari Mandela Day adalah bahwa setiap individu memiliki kekuatan untuk mengubah dunia, bahkan dalam tindakan kecil. Kampanye global menyarankan setiap orang menyumbangkan minimal 67 menit waktu mereka untuk kegiatan sosial, mewakili 67 tahun pengabdian Mandela. Ini menjadi pengingat bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil.
Mandela juga pernah berkata, “It always seems impossible until it’s done,” yang artinya “Segalanya selalu terlihat mustahil sampai akhirnya berhasil dilakukan,” menegaskan pentingnya keberanian dan tekad dalam menghadapi tantangan global. Hari ini mendorong semua orang untuk bertindak, bukan hanya berbicara.
3. Pendidikan Sebagai Kunci Perubahan
Selain perjuangan politiknya, Mandela juga dikenal sebagai sosok yang sangat menjunjung tinggi pendidikan. Ia percaya bahwa pendidikan adalah alat paling ampuh untuk menciptakan masa depan yang lebih baik. Kutipan terkenalnya, “Education is the most powerful weapon which you can use to change the world,” jika diartikan dalam Bahasa Indonesia menjadi “Pendidikan adalah senjata paling ampuh yang dapat digunakan untuk mengubah dunia,” telah menjadi prinsip yang dipegang banyak aktivis, pendidik, dan pemimpin dunia.
Melalui perayaan Hari Internasional Nelson Mandela, dunia diajak untuk memperkuat akses pendidikan yang inklusif dan berkualitas bagi semua orang, terutama bagi mereka yang hidup dalam keterbatasan.


