JAKARTA – Setelah mengguncang Aragon, Marc Marquez kini bersiap untuk menghadapi tantangan baru di jantung Italia Mugello Circuit. Bertajuk Brembo Grand Prix Italia, seri MotoGP kali ini bukan sekadar balapan, melainkan medan pertempuran di kandang Ducati tempat di mana tekanan, ekspektasi, dan sejarah saling berpadu.
Marquez (Ducati Lenovo Team), pemuncak klasemen sementara MotoGP 2025, datang ke Mugello dengan semangat tinggi setelah mendominasi semua sesi di GP Aragon. Namun, tantangan kali ini tidak main-main.
Meski kini mengenakan seragam merah Ducati, The Baby Alien punya catatan kurang manis di Mugello. Terakhir kali ia mencicipi kemenangan di trek legendaris sepanjang 5,25 km ini adalah pada musim 2014. Tahun lalu? Tak satu pun podium.
Di sisi lain, rekan setimnya, Francesco Bagnaia, adalah “raja Mugello” dalam tiga musim terakhir. Namun dominasi itu kini mulai goyah, menyusul performa Marquez yang terus menanjak. Apakah GP Italia 2025 akan menjadi titik balik bagi Bagnaia untuk kembali menguasai kandang sendiri?
Tak hanya dua jagoan Ducati pabrikan, deretan penunggang Desmosedici GP dari tim satelit juga bersiap membuat kejutan. Alex Marquez (BK8 Gresini Racing) mengincar podium perdananya di Mugello di kelas utama.
Begitu juga Franco Morbidelli (Pertamina Enduro VR46) yang menggeber Desmosedici GP24 dan tampil konsisten. Sementara Fermin Aldeguer, rookie fenomenal Gresini, tengah dalam momentum positif usai performa impresif di Aragon.
Pedro Acosta (Red Bull KTM Factory Racing) pun tak mau ketinggalan. Usai finis keempat di Aragon, El Tiburon menargetkan hasil lebih tinggi di Mugello. Dengan sejarah podium Sprint tahun lalu, Acosta bisa menjadi kuda hitam di GP kali ini.
Kebanggaan Italia lainnya, Marco Bezzecchi (Aprilia Racing), siap memanfaatkan status tuan rumah. Ia dikenal jago memulihkan posisi saat balapan, namun kualifikasi masih jadi pekerjaan rumah besar. Sementara Fabio Quartararo (Yamaha) ingin menghapus catatan buruk tiga DNF beruntun. Ia adalah pemenang non-Ducati terakhir di Mugello (2021), dan berniat mengulang momen itu.
Tak kalah menarik adalah kisah Johann Zarco, Brad Binder, dan Maverick Vinales. Binder selalu konsisten di 10 besar, Vinales akan menguji KTM untuk pertama kalinya di Mugello, dan Zarco ingin membuktikan performa Honda belum habis meski sempat merosot di Aragon.
Sementara itu, para underdog pun layak diperhitungkan. Enea Bastianini berharap hasil positif dari tes Aragon menular ke balapan ini. Musim lalu, ia finis P2 di Mugello. Lalu, ada Raul Fernandez, Alex Rins, dan Somkiat Chantra, yang masing-masing membawa ambisi pribadi: menembus poin dan membuktikan diri.
Situasi di kubu Honda HRC pun menarik. Joan Mir jadi tumpuan utama di tengah absennya Luca Marini yang masih cedera. Tim Trackhouse juga menanti konfirmasi status Ai Ogura, dan Lorenzo Savadori tetap menjadi pengganti Jorge Martin yang cedera.
Dengan semua drama, tensi, dan adrenalin yang akan berpuncak di lintasan bersejarah Mugello yang dikenal punya kecepatan tertinggi di kalender MotoGP para penggemar jelas tak boleh melewatkan satu detik pun dari pertarungan ini. GP Italia 2025 siap memecah suasana, dan siapa tahu, kejutan besar kembali terjadi seperti musim-musim sebelumnya.
Apakah Ducati akan kembali berjaya di rumah sendiri? Atau justru akan ada bintang baru yang lahir ?


