JAKARTA – Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah semakin intensif melakukan visitasi ke pemondokan-pemondokan jemaah haji Indonesia, menjelang puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Kepala Seksi Kesehatan PPIH Arab Saudi, dr. Edi Supriyatna menyampaikan, bahwa langkah ini diambil sebagai upaya proaktif untuk memastikan kondisi kesehatan jemaah tetap terjaga optimal sebelum menghadapi rangkaian ibadah yang berat.
Dalam visitasi ini, Tim PPIH KKHI Makkah berkoordinasi dengan Tenaga Kesehatan Haji Kloter (TKHK) dalam melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap jemaah yang rentan dan memiliki penyakit komorbid, berisiko tinggi (Risti), serta penanganan pasien pasca perawatan di RS Arab Saudi (RSAS).
Berdasarkan Data KKHI Makkah per hari Minggu (18/5), tercatat sebanyak 6.088 orang jemaah mendapatkan rawat jalan di pelayanan kesehatan kloter dengan diagnosis terbanyak adalah penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Sedangkan dari 89 pasien yang dirujuk ke RSAS, sebagian besar karena menderita diabetes melitus.
“Oleh karenanya, visitasi kesehatan ini merupakan bagian penting dari persiapan menjelang Armuzna,” jelas Edi dalam keterangan resminya, seperti dikutip Holopis.com, Senin (19/5).
Adapun selain melakukan monitoring-evaluasi kesehatan saat visitasi, tim KKHI Makkah juga mengedukasi kepada jemaah untuk selalu menjaga stamina dan kesehatan fisik juga mental mereka selama beraktivitas di Tanah Suci.
Sebab, kegiatan visitasi ini merupakan upaya komprehensif kesehatan untuk memastikan seluruh jemaah dalam kondisi sehat dan mampu beraktivitas saat melaksanakan wukuf di Arafah dan rangkaian ibadah lainnya.
Senada dengan dr. Edi, dr. Agus Sulistyawati, Sp.S, saat memimpin visitasi kesehatan di sektor 7 Daerah Kerja (Daker) Makkah pada Minggu (18/5) juga mengungkapkan bahwa
Lebih lanjut, dr. Agus Sulistyawati saat memimpin visitasi kesehatan di sektor 7 Daker Makkah mengingatkan kepada jemaah untuk menjaga pola makan dan istirahat yang cukup, serta menghindari aktivitas fisik yang berlebihan menjelang Armuzna.
“Cuaca ekstrem di Makkah hingga di atas 40 derajat celsius. Tak bosan-bosan kami terus mengingatkan jemaah untuk jangan terlalu capek beraktivitas, banyak minum air putih 2 liter sehari, jangan telat makan, selalu membawa dan minum obat-obatan pribadi secara teratur, dan jika tubuhnya terasa tidak enak badan segera lapor serta memeriksakan diri ke TKHK dan pos kesehatan satelit,” ujar dr. Sulis.
Dengan semakin dekatnya waktu pelaksanaan Armuzna, KKHI Makkah akan terus berbenah dan menyiapkan diri untuk memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi seluruh jemaah haji Indonesia.

