Senin, 23 Feb 2026
BREAKING
Senin, 23 Feb 2026
MEMUAT...
-- --- ----
00:00:00
...
-- ...
Imsak 00:00
Subuh 00:00
Dzuhur 00:00
Ashar 00:00
Maghrib 00:00
Isya 00:00

Pramono Anung Bakal Tebar CCTV Hingga Transaksi Digital Atasi Parkir Liar dan Premanisme

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pramono Anung mengumbar janji dapat menyelesaikan permasalahan parkir liar hingga premanisme yang tumbur subur di Jakarta.

Pramono sesumbar bahwa dirinya dapat menertibkan masalah parkir liar di Jakarta dengan melibatkan semua pihak.

- Advertisement -

“Kalau itu ditertibkan, semua orang nurut. Selama yang mengelola parkir liar juga dilibatkan untuk penyelesaian pengembangan dan persoalan parkir di daerah itu,” kata Pramono Anung dalam pernyataannya pada Selasa (3/9) seperti dikutip Holopis.com.

Sekretaris Kabinet itu bahkan berencana untuk pembayaran sewa parkir harus dilakukan transaksi digital.

- Advertisement -

“Sekarang kan udah era digitalisasi, semuanya harus dilakukan secara begitu. Nggak bisa katakanlah memberikan ruang kepada seseorang parkir liar,” klaimnya.

Selanjutnya, Pramono mengungkapkan yang paling utama harus ada keseragaman untuk menuntaskan parkir liar. Maksudnya, ketika dia diberi amanah memimpin harus berani memutuskan, dan didukung semuanya.

“Saya terus terang kalau diberikan kesempatan, contoh kemarin soal Tanjung Priok, di mana sopir semuanya mengeluh trailer-trailer ini kan tidak bisa nunggu terlalu lama, ada ganjil-genap dan sebagainya,” ucap dia.

Untuk masalah kriminalitas dan premanisme, Pramono pun menyebut bahwa dirinya akan memperbanyak pemasangan kamera CCTV atau kamera pengawas di tingkat RT dan RW Jakarta.

“Jadi semua RT RW di seluruh Jakarta diberikan CCTV. Karena itu menjadi hal yang bisa menurunkan kriminalitas di semua daerah. Dan di negara-negara maju ini bisa dilakukan,” ujarnya.

Dia menyakini program ini realistis dilakukan di Jakarta. Terlebih, kata dia, Jakarta memang membutuhkan itu sebab angka kriminalitas masih tinggi.

“Kedua, kalau lihat di lapangan apa pun namanya RT RW adalah ujung tombak, sekarang biaya operasional RT itu Rp 2 juta, RW 2,5 juta,” jelasnya.

Lebih lanjut ia memaparkan, saat ini jumlah RT dan RW di Jakarta mencapai 30.900. Program ini dianggap realistis mengingat APBD Jakarta cukup besar.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru