Rabu, 25 Feb 2026
BREAKING
Rabu, 25 Feb 2026
BAHASA
MEMUAT...
-- --- ----
00:00:00
...
-- ...
Imsak 00:00
Subuh 00:00
Dzuhur 00:00
Ashar 00:00
Maghrib 00:00
Isya 00:00

Rusia Tuntut Permintaan Maaf AS Setelah Putin Disebut Pembunuh

0 Shares

MOSKOW, HOLOPIS.COM – Rusia menuntut Amerika Serikat meminta maaf setelah Presiden Joe Biden menyebut Presiden Vladimir Putin sebagai pembunuh.
Meski diucapkan secara tidak langsung, Rusia mengancam akan membalas AS. Demikian disampaikan Wakil Ketua Majelis Tinggi Rusia Konstantin Kosachyov
Komentar Biden dinilai tidak bisa diterima dan membuat hubungan kedua negara semakin memburuk. Sementara, Rusia berharap kebijakan AS ikut berubah seiring pergantian kepemimpinan dari Donald Trump.
Setelah pernyataan itu, Rusia memanggil duta besarnya di Washington DC serta mengancam mengenai masa depan hubungan kedua negara.
Kosachyov mengatakan, penarikan dubes di Washington DC merupakan langkah paling masuk akal dalam kondisi saat ini.
“Saya curiga ini bukanlah yang terakhir kecuali ada penjelasan atau permintaan maaf dari AS. Penilaian semacam ini tidak pantas dari mulut seorang negarawan berpangkat seperti itu. Pernyataan semacam ini tidak bisa diterima dalam kondisi apa pun,” kata Kosachyov, dalam sebuah posting-an di Facebook.
Sementara itu Kremlin belum menanggapi secara terbuka pernyataan Biden.
Sebelumnya, dalam wawancara dengan George Stephanopoulos dari ABC News yang ditayangkan pada Rabu (17/3/2021), Biden ditanya apakah ia menilai Putin sebagai pembunuh.
“Saya mengiyakan itu. Saya yakin,” jawab Biden.
AS menuding Putin telah mencampuri Pilpres AS dengan berusaha memenangkan Donald Trump. Rusia sendiri membantah tudingan itu.
 

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru