Kamis, 19 September 2024
Kamis, 19 September 2024

Gibran Rakabuming Minta Luhut Ungkap Sosok Toxic di Kabinet

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Gibran Rakabuming Raka menanggapi pernyataan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan agar tidak memasukkan ‘orang toxic’ di kabinetnya.

Wali Kota Surakarta itu pun berharap agar Luhut sebaiknya buka-bukaan menyampaikan siapa potensi sosok toxic yang dimaksud tersebut.

“Spesifiknya siapa? Tanyakan Pak Luhut saja,” kata Gibran dalam pernyataannya pada Senin (6/5) seperti dikutip Holopis.com.

Putra sulung Presiden Jokowi itu pun menyatakan, pada dasarnya mereka juga ingin menjalin hubungan dengan semua pihak tanpa membeda-bedakan siapa pun. Sehingga, sekali lagi Gibran Rakabuming Raka meminta agar Luhut bisa menyampaikan siapa sosok toxic yang dimaksud.

“Tanyakan Pak Luhut siapa yang dimaksud, kami berkawan semua,” imbuhnya.

Menjelang pelantikan, Gibran pun menegaskan bahwa pihaknya siap menerima masukan apapun dari para rival termasuk seniornya dalam membangun bangsa.

“Ya siapa? Saya kira semua yang ada di dalam pemerintahan, berada di luar koalisi ataupun mungkin mantan-mantan kontestan, siapa pun berhak memberikan masukan,” tuturnya.

“Dan dari awal sudah kami paparkan, kami siap merangkul semua, kami siap terima masukan, evaluasi dari semua, jadi tidak masalah,” sambungnya.

Diberitakan Holopis.com sebelumnya, Menko Marves, Luhut Binsar Pandjaitan mewanti-wanti Prabowo Subianto selaku presiden terpilih periode 2024–2029 dalam menyusun kabinet pemerintahannya.

Dia berpesan kepada Prabowo untuk lebih selektif dalam menentukan orang-orang yang nantinya akan menjadi pembantu presiden di kabinet.

“Untuk presiden terpilih, saya bilang jangan bawa orang toxic ke kepemerintahanmu, itu akan sangat merugikan kita,” ujar Luhut, Sabtu (4/5).

Pesan tersebut disampaikan Luhut atas dasar pengalamannya sebagai seorang pembantu presiden di pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) selama dua periode, atau selama 10 tahun terakhir.

Temukan kami juga di Google News lalu klik ikon bintang untuk mengikuti. Atau kamu bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapatkan update 10 berita pilihan dari redaksi kami.

Rekomendasi

berita Lainnya
Related

Korupsi CSR BI dan OJK, KPK : Untuk Kepentingan Pribadi

HOLOPIS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengantongi sejumlah...

KPK Dalami Tan Paulin di Gratifikasi Metrik Ton Batu Bara dan Aliran Uang Rita Widyasari

HOLOPIS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang mendalami...

Teroris Papua Ajukan Proposal Pembebasan Pilot Susi Air

Teroris Papua dikabarkan kembali mengajukan proposal penawaran untuk pembebasan pilot Susi Air yang telah lebih dari satu tahun disandera.
Prabowo Gibran 2024 - 2029
Ruang Mula

Berita Terbaru