HOLOPIS.COM, JAKARTA – Gempa bumi yang melanda Sumedang, Jawa Barat, menurut catatan BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika) terjadi sebanyak 5 (lima) kali.
Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami, Daryono menjelaskan, 3 (tiga) gempa yang dirasakan dan menyebabkan kerusakan. Sedangkan, 2 (dua) gempa susulan lainnya tidak dirasakan.
“Jadi total gempa sudah lima kali. Tiga kali dirasakan dan dua kali tidak dirasakan,” jelas Daryono dalam keterangannya Senin (1/1) seperti dikutip Holopis.com.
Gempa dengan kekuatan paling besar terjadi pada gempa ketiga dengan kekuatan magnitudo (M) 4,8. Gempa itu berlangsung pada pukul 20.34 WIB.
“Pasca-gempa merusak Sumedang M 4,8 tadi malam hingga siang ini hanya terjadi dua kali gempa susulan magnitudo kecil tidak dirasakan,” kata Daryono.
Berikut lima kali gempa di Sumedang berdasarkan Catatan BMKG:
Gempa dirasakan dan merusak:
- Gempa ke-1: M 4,1 kedalaman 7 km terjadi pada pukul 14.35 WIB.
-
Gempa ke-2: M 3,4 kedalaman 6 km terjadi pada pukul 15.38 WIB.
-
Gempa ke-3: M 4,8 kedalaman 5 km terjadi pada pukul 20.34 WIB.
Gempa susulan tidak merusak:
- Gempa ke-4: M 2.9, kedalaman 7 km terjadi pada pukul 23.23 WIB
-
Gempa ke-5: M 2.4, kedalaman 5 km terjadi pukul 03.47 WIB
Sebelumnya diberitakan, Jelang malam pergantian tahun baru 2024, gempa bumi mengguncang Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Minggu (31/12) sekitar pukul 20.34 WIB.
Menurut data dari BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika), gempa bumi tersebut berkekuatan magnitudo (M) 4,8 dengan lokasi 6.85 lintang selatan dan 107.87 bujur timur.
“5 kilometer barat laut Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Kedalaman 10 kilometer,” tulis akun X @infoBMKG seperti dikutip Holopis.com.
Gempa tersebut dirasakan di wilayah Sumedang dengan Skala Intensitas III-IV MMI yang artinya dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.
Kemudian turut dirasakan di Lembang dengan Skala Intensitas III MMI. Di Subang dan Kota Bandung dengan Skala Intensitas II-III MMI, di Garut dengan Skala Intensitas II MMI.

