HOLOPIS.COM, JAKARTA – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan, dalam tragedi Kanjuruhan ada 11 personel Polri yang melepaskan tembakan gas air mata ke arah suporter.
“Terdapat 11 personel yang menembakkan gas air mata, ke tribun selatan kurang lebih 7 tembakan, tribun utara 1 tembakan dan ke lapangan 3 tembakan,” jelas Kapolri, dalam konferensi pers yang dikutip oleh Holopis.com, Kamis (6/10).
“Ini yang kemudian mengakibatkan para penonton terutama yang ada di tribun, yang ditembakkan tersebut kemudian panik, merasa pedih dan kemudian berusaha meninggalkan arena,” sambungnya.
Tembakan tersebut diklaim dilakukan untuk mencegah suporter tidak bertambah banyak jumlahnya yang turun ke lapangan saat peristiwa tersebut.
“Di satu sisi tembakan tersebut dilakukan dengan maksud untuk mencegah agar penonton yang kemudian turun ke lapangan itu bisa dicegah,” katanya.
Sebelumnya diberitakan, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah menetapkan 6 (enam) tersangka dalam tragedi Kanjuruhan yang menewaskan ratusan suporter Arema FC.
Dari keenam tersangka tersebut, salah satu tersangkanya yakni Akhmad Hadian Lukita yang saat ini menjabat sebagai Direktur PT Liga Indonesia Baru (PT LIB).