JAKARTA – Israel belum menunjukkan keinginan mereka untuk menahan serangan di Palestina. Kali ini, Israel menyerang sebuah rumah sakit di Gaza pada hari Minggu (23/3) waktu setempat, dan menewaskan sebanyak lima orang. Seorang pemimpin politik Hamas juga turut menjadi korban serangan ini.
“Serangan menghantam departemen bedah di Rumah Sakit Nasser di Khan Younis,” demikian pernyataan dari Kementerian Kesehatan Gaza, dikutip Holopis.com, Senin (24/3).
Israel mengaku mereka sudah menargetkan seorang tokoh kunci di kelompok militant Hamas. Sementara itu Hamas mengonfirmasi bahwa anggota kantor politiknya, Ismail Barhoum telah meninggal dunia.
Kemudian Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz mengonfirmasi bahwa target mereka adalah Barhoum. Meskipun militer Israel tidak menyebutkan nama sosok yang mereka targetkan sejak awal.
Jumlah Korban Warga Palestina Meninggal Jadi 50.000 Lebih
Sebanyak 45 warga Palestina meninggal dunia akibat serangan Israel di Rafah dan Khan Yunis sejauh ini. Angka tersebut pun meningkatkan jumlah korban Palestina sejak konflik dimulai 18 bulan yang lalu menjadi lebih dari 50.000 orang.
Sebagian besar korban meninggal dunia di Gaza sejak diserang oleh Israel adalah warga sipil. Namun di sisi lain, Israel mengklaim bahwa mereka melakukan yang terbaik untuk mengurangi kerugian warga sipil, dan tak percaya dengan jumlah korban yang diumumkan oleh otoritas kesehatan yang dikuasai Hamas.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengklaim bahwa tujuan perang ini adalah untuk menghancurkan Hamas sebagai entitas militer dan juga pemerintahan. Israel mengatakan bahwa tujuan serangan mereka yang tak juga usai agar Hamas menyerahkan sandera yang tersisia.
Sementara Hamas mengatakan mereka hanya ingin melanjutkan perundingan, jika Israel setuju untuk menghentikan perang seutuhnya.