“Cuma kalau tidak bisa dibuktikan bahwa Pak Pandu tidak terlibat di dalam kebijakan itu, di dalam tata kelola bagaimana pemerintah atau Danantara menempatkan investasinya di pasar modal, akhirnya akan menjadi syak wasangka,” ujarnya.
Atas dasar itu, Herry mendesak Danantara menerbitkan laporan tahunan dan laporan keuangan secara terbuka. Transparansi tersebut dinilai penting untuk memastikan tata kelola investasi berjalan sesuai prinsip good corporate governance atau tata kelola perusahaan yang baik.
“Nah, di sinilah pentingnya keluar laporan tahunan dan laporan keuangan serta transparansi yang semuanya dibungkus dalam pelaksanaan tata kelola perusahaan yang baik yang harus dilakukan oleh Danantara,” katanya.
Di akhir pernyataannya, Herry menyebut nama Pandu kini menjadi sorotan media akibat pemberitaan mengenai kepemilikan saham tersebut. Namun, ia mempertanyakan apakah Pandu benar-benar tidak memiliki keterlibatan dalam persoalan yang menyeret PT Supra Sekuritas.
“Kasihan Pak Pandu. Pada akhirnya, sekarang, namanya disebut-sebut oleh media dan cenderung menjadi ‘bulan-bulanan’. Tapi, apakah Pak Pandu tidak terlibat dalam kasus yang melibatkan PT Supra Sekuritas? Entahlah,” tutupnya.




💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan masukan!