HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pedro Acosta punya alasan tersendiri menyambut kepindahannya ke tim pabrikan Ducati di MotoGP 2027. Selain mendapat kesempatan membela tim papan atas, pebalap muda asal Spanyol itu juga bakal menjadi rekan setim Marc Marquez, sosok yang ingin ia jadikan tempat belajar sebelum sang juara dunia mengakhiri kariernya.
Acosta menganggap kesempatan tersebut sangat berharga. Baginya, berada satu tim dengan Marquez bisa menjadi pengalaman penting untuk memahami bagaimana seorang pebalap berpengalaman menghadapi persaingan di level tertinggi MotoGP.
Acosta dijadwalkan bergabung dengan Ducati pada musim 2027 dan 2028. Kepindahan ini membuka babak baru dalam kariernya setelah menghabiskan enam tahun bersama KTM.
Ia menyadari bahwa kesempatan berada di garasi yang sama dengan Marquez tidak akan berlangsung selamanya. Karena itu, Acosta ingin memanfaatkan waktu tersebut untuk menyerap sebanyak mungkin pengalaman dari rekan setimnya.
“Ini adalah kesempatan terakhir, atau salah satu kesempatan terakhir, bagi pebalap muda untuk belajar darinya sebelum dia pensiun,” ujar Acosta yang dikutip Holopis.com dari AS, Rabu (28/20/2026).
Pernyataan itu memperlihatkan bahwa Acosta tak hanya melihat Ducati sebagai tempat untuk mengejar prestasi. Ia juga ingin berkembang dengan mempelajari pengalaman dan cara kerja salah satu pebalap paling berpengalaman di grid MotoGP.
Tak Mau Terburu-buru Bersaing
Meski akan berbagi garasi dengan Marquez, Acosta belum ingin terlalu jauh memikirkan persaingan di antara mereka.
Baginya, tantangan pertama justru datang dari proses adaptasi. Setelah enam tahun bersama KTM, ia harus memahami lingkungan baru, karakter kerja tim, hingga cara Ducati menjalankan operasional balapnya.
“Tujuan utama saya adalah memahami bagaimana tim bekerja dan bagaimana mereka menjalankan semuanya. Setelah enam tahun di KTM, saya sudah memahami cara kerja KTM, tetapi saya belum tahu bagaimana semuanya akan berjalan di sana,” katanya.
Acosta menilai pemahaman terhadap tim menjadi bekal penting sebelum dirinya bisa melangkah lebih jauh. Sebab, pindah ke tim baru bukan hanya soal mengendarai motor berbeda, tetapi juga menyesuaikan diri dengan sistem kerja dan orang-orang di sekitarnya.
Acosta juga menegaskan bahwa dirinya ingin menjalani proses tersebut secara bertahap. Ia tak ingin langsung memasang ekspektasi terlalu tinggi sebelum benar-benar memahami lingkungan barunya.
“Pertama-tama saya harus beradaptasi, kemudian melihat apakah saya bisa sedikit demi sedikit belajar sesuatu dari Marc,” tuturnya.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa Acosta ingin fokus pada proses, bukan sekadar membayangkan persaingan dengan Marquez sejak awal.
Musim 2027 pun akan menjadi fase penting bagi perjalanan kariernya. Selain harus menyesuaikan diri dengan Ducati, Acosta akan memiliki kesempatan untuk mengamati langsung bagaimana Marquez bekerja, menghadapi tekanan, dan menjalani persaingan di MotoGP.




💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Memuat diskusi...