HOLOPIS.COM, JAKARTA – Harga kebutuhan pokok, ketersediaan lapangan kerja, dan kemiskinan menjadi tiga persoalan utama yang masih menjadi pekerjaan rumah (PR) pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menjelang dua tahun masa pemerintahan.
Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia (ASI), Ali Rif’an, mengatakan ketiga persoalan tersebut berkaitan langsung dengan kondisi ekonomi yang dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
“Nah, ini persoalan paling pokok yang dihadapi masyarakat ya ada tiga: harga kebutuhan pokok, kemudian lapangan kerja, dan kemiskinan,” kata Ali dalam pemaparannya saat diskusi hasil survei ASI, Jakarta, Selasa (20/10/2026).
Menurut Ali, pemerintah perlu memberikan perhatian lebih terhadap kondisi ekonomi mikro atau situasi ekonomi yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Sebab, capaian pertumbuhan ekonomi secara nasional belum tentu mencerminkan kondisi riil masyarakat apabila beban pengeluaran rumah tangga masih tinggi.
Ia mencontohkan harga LPG dan cabai yang sempat menjadi perhatian masyarakat. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan ekonomi tidak cukup diukur melalui indikator makro, tetapi juga perlu dilihat dari kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Jangan sampai secara makroekonomi kita baik-baik saja, tetapi secara mikroekonomi itu tidak baik-baik saja, karena dalam persepsi publik yang ditangkap adalah apa yang dirasakan hari ini,” ujarnya.
Ali menjelaskan, berdasarkan data yang dipaparkannya, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada semester I 2026 tercatat sekitar 5,45 persen, meningkat dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebesar 4,99 persen. Meski demikian, peningkatan tersebut perlu diikuti perbaikan kondisi ekonomi yang dirasakan masyarakat agar pertumbuhan tidak hanya terlihat dalam indikator statistik.
Selain persoalan ekonomi mikro, Ali menilai komunikasi publik pemerintah juga perlu menjadi perhatian. Menurutnya, penyampaian informasi mengenai kebijakan dan capaian pemerintah harus dilakukan secara tepat agar dapat dipahami masyarakat.
“Jadi PR dari pemerintah hari ini adalah bagaimana mikroekonomi diselesaikan dan bagaimana komunikasi publik itu juga kemudian dilakukan dengan baik ya, tepat dan akurat,” tutur Ali.





💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Memuat diskusi...