Pendiri perusahaan PT. Gontran Cherrie Indonesia yang kelola restroran Perancis di Cipete yang belakangan berganti Cafe de’ Clan Signature dan Komisaris PT. Cahaya Baja Sukses sudah nampak batang hidungnya sekitar 2015.
Saat itu, Jampidsus dijabat Alm. Dr. Arminsyah (2015- 2017) dan Jaksa Agung H. Prasetyo (2014 – 2019).
Ferry bahkan hadir dan ikut kirab obor Asian Para Games 2018 di Pontianak pada Rabu (19/9/2018) bersama rombongan panitia Chef dengan Mission Asian Para Games yang diketuai Alm. Arminsyah.
Tidak diketahui profesi Ferry saat itu. Tapi satu hal pasti dia sering ke luar masuk Gedung Bundar (Pidsus) dan Gedung Utama (saat belum direnovasi) dan akrab dengan sejumlah petinggi Kejagung.
Tidak ada yang aneh. Dia berpenampilan familiar kepada siapa saja dengan penampilan sederhana dan terkadang berpenampilan dengan kasus berkerah dengan celana jens.
Sampai akhirnya dia masih menampakkan sesekali dirinya di luar Gedung Bundar pada awal 2022. Setelah itu menghilang sampai akhirnya muncul kegaduhan dan menjerat Jampidsus (saat itu) Dr. Febrie Adriansyah.
Belakangan, terbukti Febrie mampu bongkar kasus Satelit Kemhan (meski kemudian diserahkan kepada Jampidmil), kasus Garuda, kasus Tata Kelola Timah dan Tata Kelola Minyak Mentah serta Petral sekaligus menjadikan Raja Minyak M. Riza Chalid sebagai tersangka.
Dalam kapasitas Ketua Pelaksana Satgas PKH Febrie sukses pulihkan keuangan negara sampai Rp 317 triliun dari penguasaan 5 juta hektar kawasan hutan.
Serta, administratif bernilai triliunan serta menjadikan Aseng alias Sudianto terkait tambang bauksit ilegal di Kalbar dan Samin Tan terkait tambang batubara ilegal melalui PT. Asmin Kualindo Tuhup di Kalteng sebagai tersangka karena tidak mau bayar denda administratif.




