Jelang Gala Premiere, Kru dan Pemeran Film Ageman Gelar Talk Show “Sudut Pandang”

1 Shares

LAMPUNG – Menjelang penayangan perdana atau gala premiere pada 1 Oktober 2026, rumah produksi BLB Film Production menyiapkan rangkaian promosi film Ageman melalui talk show bertajuk “Sudut Pandang Ageman”.

Film yang mengangkat tema toleransi berbasis kearifan lokal Lampung tersebut dijadwalkan tayang bertepatan dengan Hari Kesaktian Pancasila. Rangkaian talk show akan menyasar berbagai kalangan, mulai dari sekolah, kampus, hingga pesantren.

Sutradara Ageman, Jasper Lance Piscasio, mengatakan kegiatan tersebut menjadi sarana untuk memperkenalkan film sekaligus mengajak calon penonton memahami proses kreatif di balik pembuatannya.

Menurut Jasper, talk show akan menghadirkan produser, sutradara, serta sejumlah pemeran utama. Film tersebut juga melibatkan sejumlah pejabat dan tokoh di Lampung sebagai pemeran.

Di antaranya Purnama Wulan Sari yang berperan sebagai kepala sekolah, Agnesia Bulan Rurianti sebagai guru, serta Anshori Djausal yang memerankan tokoh budaya dan menjelaskan lima falsafah hidup Lampung.

Sejumlah kepala dinas di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung juga terlibat dalam film tersebut. Mereka antara lain ; Thomas Amirico, Ganjar Jationo, Tony Ferdinansyah, dan Hanita Farial.

Jasper mengatakan salah satu materi yang akan dibahas dalam talk show adalah pengalaman kru saat menjalani proses produksi di berbagai lokasi di Lampung.

“Acara Talk Show Sudut Pandang akan membagikan cerita mengenai tantangan besar saat harus mencari lokasi syuting di enam tempat ibadah, tempat pariwisata, budaya dan kuliner khas Lampung yang dijadikan tempat shooting,” jelas Jasper dalam rilisnya yang diterima Holopis.com, Minggu (22/8/2026).

Ia menambahkan, dialog mengenai toleransi serta pengambilan gambar sejumlah destinasi wisata Lampung dilakukan dengan pendekatan natural tanpa mengandalkan rekayasa digital secara berlebihan.

“Dialog toleransi oleh talent dan pemeran tokoh agama serta pengambilan gambar keindahan alam pariwisata Lampung yang ditampilkan di dalam film murni tanpa rekayasa digital berlebihan, dibuat mengalir dan senatural mungkin,” ungkapnya.

Menurut Jasper, sejumlah adegan juga mempertemukan Purnama Wulan Sari, Agnesia Bulan Rurianti, para kepala dinas, serta enam tokoh agama yang menyampaikan pesan toleransi kepada pemeran utama Ratri dan Bianka.

Kedua karakter tersebut dikisahkan tengah berada dalam proses pencarian jati diri.

Ageman Diangkat dari Pengalaman Produser

Produser film Ageman, Ken Setiawan, mengatakan cerita film tersebut terinspirasi dari pengalaman masa lalunya ketika sempat terpapar pemahaman radikalisme sebelum akhirnya menyadari pentingnya menerima perbedaan.

Menurut Ken, secara filosofis kata Ageman berkaitan dengan agama sekaligus pakaian atau identitas yang melekat pada diri manusia. Konsep tersebut kemudian dikembangkan menjadi cerita mengenai hubungan manusia dengan Tuhan dan sesama.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Muhammad Ibnu Idris
Tim Penulis & Editor
Muhammad Ibnu Idris
Apresiasi untuk Muhammad Ibnu Idris

Menyukai tulisan ini? Dukung penulis agar dapat terus menghadirkan karya dan artikel berkualitas.

Pembayaran via QRIS, GoPay, DANA, OVO, & ShopeePay.

BACA LAINNYA

Holopis UMKM

YANG BARU