JAKARTA – Film Seni Merayu Tuhan persembahan Wahana Kreator Nusantara menghadirkan kisah tentang proses pendewasaan dan perjalanan seseorang untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Diadaptasi dari buku best seller karya Habib Jafar, film yang dibintangi Ari Irham, Teuku Ryzki, dan Lutesha tersebut sukses mendapat respons dari penonton muda.
Dalam film tersebut, Ari Irham memerankan karakter Hikmah, seorang anak muda yang kehilangan arah setelah ibunya meninggal dunia. Sebelumnya, Hikmah merasa kehidupannya baik-baik saja. Namun, peristiwa tersebut membuatnya berusaha mendekatkan diri kepada Tuhan dan mencari jalan menuju kehidupan yang lebih baik.
Perjalanan Hikmah justru tidak berjalan mudah. Keinginannya untuk mendapatkan perubahan secara instan membuat berbagai kebaikan yang dilakukannya malah menjauhkannya dari makna menjadi orang baik. Bagi Ari Irham, kondisi yang dialami Hikmah sangat dekat dengan kehidupan anak muda yang masih menjalani proses pencarian jati diri.
“Sebenarnya apa yang ditunjukkan dari karakter Hikmah di film ini relate sekali dengan banyak dari kita, termasuk generasi muda. Tidak ada proses yang ujug-ujug sempurna. Kalau mau instan, yang ada justru jadi seperti Hikmah, hilang arah,” kata Ari Irham dalam keterangannya, Minggu (16/8).
Pesan tersebut turut dirasakan penonton muda ketika Ari Irham bersama lawan mainnya, Teuku Ryzki berkunjung ke salah satu bioskop di Bekasi. Dalam diskusi bersama penonton, salah seorang penonton mengaku film Seni Merayu Tuhan menjadi cermin bagi dirinya, terutama melalui adegan ketika Hikmah mabuk dan mengalami tekanan mental.
“Aku akan lebih bersyukur karena diberikan waktu yang lebih, dan akan menghargai orang-orang di sekitar aku. Adegan-adegan saat Hikmah mabuk, mental down, itu sangat relate buat aku, karena sepertinya manusia selalu ada titik lelahnya, dan aku pernah di titik itu. Filmnya jadi cerminan buat aku, dan menginspirasi,” ujarnya.
Seni Merayu Tuhan telah tayang di seluruh bioskop Indonesia sejak 13 Agustus 2026. Film ini mengajak penonton, khususnya generasi muda, untuk melihat proses menjadi pribadi yang lebih baik sebagai perjalanan yang membutuhkan waktu, bukan sesuatu yang dapat dicapai secara instan.





💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Memuat diskusi...