Botok pun mempertanyakan alasan rekening pribadinya bisa sampai tidak dapat digunakan.
Namun, dalam keterangannya, Botok tidak menjelaskan secara rinci pihak yang melakukan pemblokiran maupun alasan resmi rekening tersebut diblokir.
Di tengah persoalan rekening tersebut, Botok juga membantah anggapan bahwa kedatangan massa Pati ke Jakarta berkaitan dengan rencana membuat kerusuhan.
Dia menegaskan massa AMPB datang untuk menyampaikan aspirasi dan mengawal sejumlah tuntutan masyarakat.
“Kita bukan teroris, kita bukan pelaku kriminal,” tegas Botok.
Menurutnya, massa yang berada di Jakarta tidak memiliki niat untuk membuat kekacauan.
Mereka datang untuk menyampaikan aspirasi kepada pemerintah dan DPR.
“Teman-teman di sini datang ke Jakarta itu mengawal aspirasi masyarakat Indonesia. Tidak ada niatan untuk membuat kerusuhan,” sambungnya.
Botok juga mengkritik kondisi yang dialami rombongan masyarakat Pati selama berada di Jakarta.
Dia menilai pemerintah dan aparat penegak hukum semestinya memberikan rasa aman serta kenyamanan kepada masyarakat yang ingin menyampaikan pendapat.
Namun, menurut Botok, kondisi yang mereka rasakan justru sebaliknya.
“Tapi apa yang kami alami di Ibu Kota, di Jakarta, seharusnya pemerintah memberi kenyamanan kepada masyarakat, memberi keamanan. Tapi faktanya apa yang kami rasakan di Jakarta ini parah,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menambah panas situasi menjelang rencana aksi massa Pati di depan Gedung DPR RI.




