Habib Syakur Dukung Sayembara Ijazah Gibran Rp1,2 Miliar: “Tunjukkan Saja ke Publik”

0 Shares

JAKARTA – Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK), Habib Syakur Ali Mahdi Al Hamid, mendukung langkah Denny Indrayana yang membuka sayembara pembuktian keaslian ijazah pendidikan tingkat SMA atau sederajat milik Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dengan total hadiah mencapai Rp1,2 miliar.

Ulama asal Malang Raya ini mengatakan bahwa polemik mengenai dokumen pendidikan Gibran sebenarnya dapat diakhiri dengan cara sederhana. Gibran, kata dia, cukup menunjukkan ijazah SMA atau sederajatnya kepada publik untuk menjawab tudingan yang selama ini disampaikan Denny Indrayana.

“Kalau memang ijazahnya ada dan tidak ada persoalan, tunjukkan saja kepada publik. Selesai. Dengan begitu, tuduhan yang dilayangkan Denny Indrayana bisa dipatahkan dengan bukti yang konkret,” kata Habib Syakur dalam siaran persnya yang diterima Holopis.com, Kamis (20/8/2026).

Ia menilai pembuktian secara terbuka akan jauh lebih efektif dibandingkan membiarkan polemik berkembang melalui perdebatan di ruang publik dan media sosial.

Bahkan, Habib Syakur menyebut Gibran tidak harus turun langsung jika memang terdapat alasan tertentu yang membuatnya tidak dapat menunjukkan dokumen tersebut sendiri.

Menurut dia, Gibran dapat memberikan kuasa kepada pihak yang dipercaya untuk menunjukkan ijazah SMA atau sederajat tersebut sekaligus membuktikan keasliannya.

“Kalau Gibran tidak mau atau tidak bisa menunjukkan sendiri, ya berikan kuasa kepada orang yang dipercaya untuk menunjukkan ijazah itu. Sekalian bantu para ternak Mulyono atau termul yang selama ini membela Gibran untuk mendapatkan hadiah Rp1,2 miliar itu,” ujarnya.

Fb Img 1787211942093
Sayembara ijazah Gibran berhadiah Rp1,2 Miliar dari Denny Indrayana.

Habib Syakur menilai keterbukaan menjadi penting karena persoalan ijazah bukan sekadar menyangkut dokumen pribadi ketika seseorang telah menduduki jabatan publik.

Menurutnya, terus berlarutnya polemik justru berpotensi menggerus kepercayaan masyarakat terhadap Gibran apabila tidak segera dijawab dengan bukti yang dapat diverifikasi.

“Kalau memang benar, tunjukkan. Jangan biarkan masyarakat terus bertanya-tanya. Karena semakin lama tidak ada pembuktian yang terang, semakin besar ruang bagi publik untuk berspekulasi,” katanya.

Habib Syakur menegaskan, dirinya mendukung pembuktian yang objektif dan tidak ingin polemik tersebut hanya menjadi perang narasi antara pihak yang mendukung maupun yang mengkritik Gibran.

Ia pun mengingatkan bahwa tudingan mengenai keabsahan ijazah harus dibuktikan melalui dokumen dan mekanisme verifikasi yang sah, bukan semata-mata berdasarkan opini atau tuduhan.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Muhammad Ibnu Idris
Tim Penulis & Editor
Muhammad Ibnu Idris
Apresiasi untuk Muhammad Ibnu Idris

Menyukai tulisan ini? Dukung penulis agar dapat terus menghadirkan karya dan artikel berkualitas.

Pembayaran via QRIS, GoPay, DANA, OVO, & ShopeePay.

BACA LAINNYA

Holopis UMKM

YANG BARU