JAKARTA – Direktur Rumah Politik Indonesia Fernando Emas mengajak seluruh elemen masyarakat mengarahkan kepedulian dan energi publik untuk membantu warga Nusa Tenggara Timur (NTT) yang tengah menghadapi dampak bencana.
Menurut Fernando, situasi bencana seharusnya menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas antarsesama. Kepedulian masyarakat, kata dia, tidak cukup hanya diwujudkan melalui pernyataan atau perdebatan, tetapi perlu diterjemahkan menjadi aksi nyata di lapangan.
“Indonesia sedang berduka. Ada saudara-saudara kita di NTT yang membutuhkan bantuan nyata. Karena itu, energi kita jangan hanya berhenti pada suara dan perdebatan, tetapi mari kita ubah menjadi gerakan kemanusiaan,” ujar Fernando Emas, Selasa (18/8/2026).
Ia menegaskan bahwa ruang untuk menyampaikan kritik dan aspirasi tetap harus dijaga sebagai bagian dari kehidupan demokrasi. Namun, masyarakat juga memiliki kesempatan untuk menunjukkan keberpihakan kepada korban bencana melalui tindakan langsung.
Fernando mendorong masyarakat yang ingin turun ke lapangan untuk mengambil bagian dalam kegiatan kemanusiaan, mulai dari menggalang bantuan, mengumpulkan kebutuhan pokok, menjadi relawan, hingga membantu memastikan bantuan diterima oleh warga yang terdampak.
“Kalau ingin turun ke lapangan, mari turun untuk membantu. Galang bantuan, kumpulkan logistik, menjadi relawan, dan ikut memastikan bantuan sampai kepada masyarakat yang membutuhkan,” katanya.
Menurut Fernando, aksi kemanusiaan tidak berarti masyarakat harus menghentikan fungsi kontrol terhadap pemerintah. Pengawalan terhadap penanganan bencana tetap diperlukan agar seluruh bantuan dan kebijakan berjalan secara transparan, tepat sasaran, serta benar-benar menjawab kebutuhan korban.
“Kita bisa tetap kritis, tetapi pada saat yang sama kita juga hadir membantu. Dari kepedulian menjadi tindakan, dari suara menjadi kontribusi,” ujarnya.
Fernando berharap semangat gotong royong dapat menjadi kekuatan bersama dalam menghadapi bencana di NTT. Ia mengajak masyarakat menjadikan momentum tersebut sebagai kesempatan untuk menunjukkan bahwa solidaritas sosial masih menjadi bagian penting dari kehidupan bangsa.
“Saat Indonesia sedang berduka, mari kita hadir untuk saudara-saudara kita. Pray for NTT. Bantu mereka, dampingi mereka, dan kawal penanganan bencananya,” pungkas Fernando.




