JAKARTA, HOLOPIS.COM –Pidato Prabowo soal upah pengupas bawang Rp700 ribu mendadak bikin geger. Said Didu menuding ada dugaan data palsu yang diselipkan.
Pidato Presiden Prabowo Subianto soal upah seorang buruh pengupas bawang di Kabupaten Bogor mendadak bikin heboh.
Angka Rp700 ribu per kilogram yang disebut dalam pidato kenegaraan kini dipertanyakan dan memicu perdebatan di media sosial.
Pengamat kebijakan publik Muhammad Said Didu ikut menyoroti polemik tersebut.
Ia bahkan melontarkan tudingan keras dengan menyebut ada kelompok di lingkaran pemerintahan yang diduga memasukkan data palsu ke dalam pidato Presiden.
Said Didu menyebut kelompok tersebut sebagai “Geng SOP”, yang merupakan kepanjangan dari Solo, Oligarki, dan Parcok.
“Faksi Geng SOP dalam pemerintahan @prabowo sudah keterlaluan. Menyelundupkan pengupas bawang dan data palsu ke dalam pidato Presiden,” tulis Said Didu melalui akun X pribadinya, dikutip Senin (17/8/2026).
Menurut Said Didu, persoalan tersebut bukan sekadar soal angka upah pengupas bawang.
Ia menilai masuknya informasi yang disebutnya sebagai data palsu ke dalam pidato Presiden merupakan masalah serius.
Said Didu bahkan membandingkannya dengan penanganan kasus serupa di negara lain.
“Kalau di China atau Korsel, orang seperti itu langsung dihukum mati,” tulisnya.
Meski begitu, tudingan Said Didu tersebut belum menjadi fakta yang terverifikasi.
Hingga saat ini belum ada keterangan resmi yang membuktikan bahwa data upah pengupas bawang dalam pidato Prabowo sengaja dipalsukan atau diselundupkan oleh kelompok tertentu.




