Lebih lanjut, Presiden Prabowo menekankan bahwa keberhasilan sebuah organisasi maupun negara tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi atau kelengkapan peralatan, melainkan oleh kualitas sumber daya manusia yang mengoperasikannya. Kepala Negara mengibaratkan kepemimpinan seperti seorang nahkoda yang hanya dapat membawa kapal mencapai tujuan apabila didukung oleh awak yang andal.
“It is not the technology, it is not the equipment, it is the men and the women behind the equipment. Ini yang kita sadari. Percuma kita punya pesawat yang paling canggih, pilotnya tidak andal,” tutur Presiden.
Presiden pun menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia yang menghadirkan Sarasehan Kebangsaan sebagai ruang dialog antara pemerintah, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan. Presiden berharap forum tersebut dapat melahirkan gagasan-gagasan strategis yang memperkuat pembangunan nasional berbasis ilmu pengetahuan, teknologi, dan sumber daya manusia unggul.
“Jadi saudara-saudara, dengan kesadaran itu, saya sangat berterima kasih atas inisiatif konvensi ini yang mengikutsertakan sebuah sarasehan kebangsaan,” pungkas Presiden.


