Menjaga Pesona Danau Buyan: Paduan Harmonis Tradisi Adat dan Penyelamatan Lingkungan

0 Shares

HOLOPIS.COM, BULELENG – Upaya pemulihan ekosistem Danau Buyan di Desa Pancasari, Kabupaten Buleleng, Bali, kini tengah diintensifkan melalui aksi kolaboratif penanganan kerusakan lingkungan. Langkah nyata ini diambil untuk mengatasi kontradiksi antara pesona spiritual danau yang mendalam dengan ancaman ekologis yang kian nyata di kawasan tersebut.

Secara geografis, Danau Buyan dikelilingi oleh bentang alam megah berupa gunung-gunung purba, seperti Gunung Lesong, Gunung Tapak, dan Gunung Catur. Keberadaan benteng alam ini menyajikan panorama menakjubkan yang memikat wisatawan sekaligus menjaga keseimbangan iklim mikro di Bali Utara.

Danau ini juga dilindungi oleh hutan hujan tropis lebat yang berfungsi sebagai daerah tangkapan air alami bagi kawasan sekelilingnya. Di dalam rimbunnya hutan tersebut, tersimpan keanekaragaman hayati yang melimpah, mulai dari anggrek liar berwarna-warni hingga kawanan kera yang hidup bebas.

Keindahan alam yang belum terjamah modernisasi ini menjadi magnet tersendiri bagi para pencinta petualangan. Setiap jalur pendakian di sekitar hutan menjanjikan pengalaman mendalam bagi para pendaki profesional maupun wisatawan yang sekadar ingin melepas penat.

Selain daya tarik alam, kawasan Danau Buyan menyimpan nilai sejarah penting melalui keberadaan barisan pura kuno di tepian danau. Situs-situs suci dengan ukiran batu yang rumit ini menjadi saksi bisu perjalanan spiritual dan tradisi adat masyarakat Bali sejak masa lampau.

Sebagai bagian dari kawasan suci Catur Danu, Danau Buyan memegang peranan vital dalam kehidupan spiritual umat Hindu. Danau ini rutin menjadi pusat pelaksanaan berbagai upacara keagamaan sakral, salah satunya adalah ritual Pakelem yang digelar oleh kelompok subak setempat.

- Advertisement -

Upacara Pakelem dilakukan dengan melarungkan sesajen dan hewan suci ke tengah danau sebagai simbol pembersihan spiritual alam semesta. Melalui ritual ini, masyarakat memohon keharmonisan alam serta kelimpahan debit air danau untuk menopang kehidupan sehari-hari.

Potensi pariwisata Danau Buyan kian lengkap dengan sajian kuliner tradisional Bali Utara yang ditawarkan di sekitar kawasan. Para pelancong dapat menikmati hidangan otentik seperti Babi Guling dan Lawar yang kaya rempah, diolah langsung dari hasil pertanian lokal.

Namun, kelestarian ekosistem danau saat ini menghadapi tantangan serius akibat aktivitas manusia, seperti perluasan pertanian hulu yang kurang ramah lingkungan. Dampaknya, Danau Buyan mengalami penyusutan luas permukaan serta pendangkalan akibat tingginya laju sedimentasi.

Limpasan pupuk kimia dari lahan pertanian di lereng bukit membawa zat nitrat dan fosfat yang memicu fenomena eutrofikasi di dalam air. Kondisi tersebut merangsang pertumbuhan tidak terkendali dari tumbuhan invasif, khususnya eceng gondok (Eichhornia crassipes), yang mengancam ketersediaan oksigen bagi biota danau.

Merespons ancaman tersebut, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali bersama Komando Resor Militer (Korem) 163/Wira Satya menggelar aksi kolaboratif penyelamatan lingkungan. Langkah pemulihan ini juga didukung penuh oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida, Pemerintah Provinsi Bali, dan Pemerintah Kabupaten Buleleng.

Aksi pemulihan ekosistem ini difokuskan pada pengendalian secara intensif tumbuhan invasif eceng gondok di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Danau Buyan Danau Tamblingan (DBDT). Penanganan terpadu langsung dilakukan pada titik-titik krusial badan air yang mengalami penyumbatan akibat biomassa tersebut.

Kepala BWS Bali Penida, Gunawan Suntoro, menyampaikan apresiasi mendalam atas sinergi kokoh yang terbangun antara TNI, instansi pemerintah, dan masyarakat setempat. Guna mengoptimalkan pembersihan, pihak BWS Bali Penida mengerahkan dua unit alat berat amfibi, dua unit dump truck, serta sekitar 30 personel di lapangan.

Gunawan berharap Danau Buyan yang kini sedang dibersihkan secara bertahap dapat segera pulih dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat luas. Ke depan, BWS Bali Penida berkomitmen menjaga kolaborasi rutin dengan BKSDA Bali untuk pemeliharaan tiga danau prioritas, yaitu Danau Buyan, Beratan, dan Tamblingan.

Sinergi antara aksi nyata konservasi modern dan kekuatan kearifan lokal ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang bagi penyelamatan Danau Buyan. Komitmen bersama seluruh elemen ini menjadi kunci utama agar kesucian spiritual dan kelestarian ekologis danau tetap terjaga untuk generasi mendatang.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Dede Suhadi
Ronalds Petrus Gerson
Dede Suhadi, Ronalds Petrus Gerson
Tim Redaksi :

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU