Baik Sigit maupun Candra sepakat, semakin banyak turnamen usia dini digelar, semakin besar peluang Indonesia melahirkan pemain ganda baru yang mampu meneruskan tradisi juara dan mengembalikan kejayaan bulutangkis Indonesia di level dunia.
Kejuaraan khusus ganda ini pertama kali diselenggarakan tahun 2009 dan berlangsung setiap tahun hingga 2019. Hanya saja pada 2016 ajang ini sempat tidak terselenggara menyusul kesulitan mencari arena pertandingan yang representatif setelah GOR Asia-Afrika, Senayan, direnovasi untuk persiapan Asian Games XVIII/2018. Kemudian pandemi Covid-19 melanda dunia dan juga Tanah Air, turnamen ini terpaksa harus rehat dan tidak bisa digelar selama tiga tahun yakni 2020 hingga 2022. Namun, sejak 2023 hingga kini ajang bergengsi ini bisa terselenggara kembali.
Pada awal penyelenggaraan, ajang ini semula bertajuk “Yonex-Sunrise Men’s Doubles Championships” karena hanya khusus mempertandingkan ganda putra. Baru mulai 2015, kejuaraan telah berganti menjadi “Yonex-Sunrise Doubles Special Championships” yang tidak saja mempertandingkan nomor ganda putra, melainkan juga ditambah dengan ganda putri dan ganda campuran.
Di turnamen Yonex-Sunrise Doubles Special Championships 2026 presented by Candra Wijaya ini mempertandingkan nomor ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran untuk kelompok umur U-15, U-17, dan U-19, serta kategori ganda putra dan ganda campuran dewasa. Selain memperebutkan trofi dengan desain eksklusif, para peserta juga berkesempatan meraih total hadiah sebesar Rp250 juta.


