Pemerintah Bersiap Naikkan HET Minyakita, Berapa Harga Barunya?

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pemerintah berencana menaikkan harga acuan Minyakita karena biaya produksi dan distribusi naik. Lalu, berapa harga baru yang akan dibayar konsumen?

Pemerintah bersiap menyesuaikan Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng rakyat Minyakita setelah melakukan evaluasi terhadap harga keekonomian produk tersebut.

Rencana kenaikan HET itu menjadi salah satu pembahasan dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Tingkat Menteri Bidang Pangan yang digelar di Jakarta, Kamis (4/6).

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan pemerintah telah menyepakati perlunya penyesuaian HET Minyakita.

“Hari ini kami menyepakati penyesuaian HET untuk Minyakita. Harga dan waktu pelaksanaannya masih perlu melihat perkembangan harga CPO,” kata Budi Santoso usai Rakortas.

Namun, Budi mengungkapkan bahwa perhitungan harga keekonomian telah dilakukan dengan mempertimbangkan sejumlah komponen biaya, mulai dari harga CPO, biaya produksi, distribusi, hingga kemasan.

- Advertisement -

“Kami perlu menghitung kembali harga keekonomiannya karena harga CPO saat ini berbeda dibanding saat HET ditetapkan sebelumnya. Begitu juga biaya produksi, distribusi, dan kemasan yang mengalami kenaikan,” ujar Budi.

Dengan belum adanya keputusan final, besaran HET baru masih menunggu evaluasi lanjutan.

Sejumlah pelaku pasar memperkirakan kenaikan bisa berada di kisaran ratusan hingga ribuan rupiah per liter, tergantung pergerakan harga CPO dalam beberapa pekan ke depan.

Saat ini, HET Minyakita masih berada di angka Rp15.700 per liter, sesuai ketentuan pemerintah.

Harga tersebut berlaku sejak penyesuaian pada 2024 dan masih menjadi acuan resmi hingga saat ini.

Meski demikian, harga Minyakita di lapangan kerap bergerak di atas HET.

Data Kementerian Perdagangan pada April-Mei 2026 menunjukkan harga rata-rata nasional Minyakita berada di kisaran Rp15.900 hingga Rp15.961 per liter, sedikit lebih tinggi dibandingkan HET yang berlaku.

Pemerintah menegaskan Minyakita bukan minyak goreng subsidi dan tidak menggunakan dana APBN.

Produk ini merupakan bagian dari skema Domestic Market Obligation (DMO) yang mewajibkan produsen minyak sawit memenuhi kebutuhan pasar domestik sebelum melakukan ekspor.

Karena itu, harga Minyakita sangat dipengaruhi kondisi pasar dan biaya produksi.

Saat harga bahan baku meningkat, pemerintah perlu menyesuaikan HET agar distribusi dan pasokan tetap berjalan.

Selain membahas Minyakita, Rakortas juga mengevaluasi perkembangan harga beras dan telur ayam ras.

Pemerintah berupaya menjaga stabilitas harga pangan melalui penyaluran beras SPHP, gerakan pangan murah, serta peningkatan penyerapan telur peternak oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

Hingga kini, masyarakat masih dapat membeli Minyakita dengan acuan HET Rp15.700 per liter sambil menunggu keputusan resmi pemerintah terkait harga baru yang diperkirakan diumumkan setelah evaluasi perkembangan harga CPO selesai dilakukan.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Gesha Yuliani Nattasya
Ronalds Petrus Gerson
Gesha Yuliani Nattasya, Ronalds Petrus Gerson
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU