HOLOPIS.COM, JAKARTA – Bencana banjir melanda sejumlah pemukiman warga yang ada di wilayah Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, peristiwa ini dipicu cuaca ekstrem yang mengakibatkan peningkatan debit air Daerah Aliran Sungai (DAS) Kedunglarangan dan Welang.
“Kondisi tersebut menyebabkan air masuk ke wilayah pemukiman. Tercatat empat kecamatan terdampak antara lain; Purwosari, Bangil, Pandaan dan Pohjentrek,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Kamis (21/5).
Abdul mengungkapkan, setidaknya 1.867 unit rumah dan satu jembatan terdampak banjir dengan Tinggi Muka Air (TMA) berkisar antara 20 hingga 60 sentimeter.
“Sampai hari ini tidak ada informasi warga yang mengungsi, petugas masih bersiaga untuk evakuasi warga jika diperlukan,” ujarnya.
Menyikapi masih tingginya curah hujan di berbagai wilayah di Tanah Air yang memicu rangkaian bencana, Abdul mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap berbagai potensi ancaman bencana, khususnya bahaya hidrometeorologi basah.
“Apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi dan durasi lama, masyarakat diimbau untuk melakukan evakuasi mandiri dan mengetahui jalur evakuasi yang aman. Sedangkan untuk warga yang tinggal di daerah bantaran sungai juga diminta untuk rutin memantau ketinggian muka air serta memperbarui informasi cuaca dari lembaga resmi,” imbaunya.

